1 Tawarikh 14

Daud Diberkati di Tengah Kekurangannya

24 April 2026
GI Michael Tanos

Meskipun Tuhan murka atas pelanggaran tentang cara memindahkan tabut, Tuhan tetap menghargai niat baik Daud dan tetap memberkati Daud dengan tiga hal, yaitu nama yang masyhur, keturunan yang banyak, dan kemenangan atas musuh. Berkat pertama (nama yang masyhur) terlihat dari tindakan raja Tirus mengirimkan tukang-tukang bangunan dan bahan-bahan bermutu tinggi untuk membangun istana Daud. Pemberian ini sangat berharga karena orang Tirus terkenal ahli dalam seni arsitektur.

Berkat kedua adalah bahwa Daud mempunyai sembilan belas anak laki-laki. Banyaknya anak mencerminkan besarnya berkat Tuhan. Saat ini, mungkin kita bertanya mengapa Tuhan mengizinkan Daud memperistri banyak wanita? Ingatlah bahwa pada masa itu, larangan poligami belum ada atau belum tegas. Bagi kita saat ini, larangan poligami banyak kita temukan dalam Perjanjian Baru. Pada masa itu, larangan poligami masih samar-samar. Yang ada hanya peringatan tentang bahaya poligami, "Jangan ia memperbanyak jumlah istrinya, supaya jangan hatinya menyimpang." (Ulangan 17:17a). Akan tetapi, larangan ini tidak setegas larangan dalam Sepuluh Hukum. Nas yang mendasari pernikahan (Kejadian 2:24) juga tidak secara terang-terangan melarang poligami. Daud hampir tidak punya pedoman tentang poligami, padahal dalam budaya Palestina pada masa itu, banyaknya istri dan gundik seorang raja mencerminkan besarnya kekuasaan raja itu. Dalam Alkitab, kita tidak menemukan respons Allah tentang banyaknya istri Daud. Akan tetapi, jelas bahwa anak-anak Daud dari banyak istri menimbulkan banyak duka mendalam di hati Daud. Amnon (anak Ahinoam) memperkosa Tamar (anak Maakha), sehingga Absalom (kakak kandung Tamar) membunuh Amnon. Kemudian, Absalom memberontak dan hendak membunuh Daud. Selanjutnya, Adonia (anak Hagit) mengangkat dirinya menjadi raja saat Daud masih hidup dan masih bertakhta.

Berkat ketiga adalah kemenangan Daud atas bangsa Filistin. Perhatikan sikap Daud yang selalu mengandalkan Tuhan! Walaupun dikelilingi oleh pejuang-pejuang hebat (pasal 11-12), Daud tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Daud selalu bertanya kepada Tuhan apakah dia harus maju berperang dan apakah Allah akan memberi kemenangan. "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia.., Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang mempercayakan dirinya pada TUHAN!" (Yeremia 17:5-7). Segala yang diperbuat orang yang mengandalkan TUHAN pasti berhasil. Sayangnya, banyak orang berusaha mengatasi segala masalahnya dengan kekuatan sendiri. Apakah Anda seperti mereka atau Anda mau mempercayakan diri pada TUHAN?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design