Setelah diseling dengan pembahasan silsilah Daud, penulis kembali membahas silsilah Yehuda, lalu melanjutkan dengan membahas keturunan Simeon. Bani Simeon tidak termasuk rakyat Yehuda yang dibuang ke Babel, tetapi wilayah tempat mereka tinggal bersinggungan dengan wilayah Yehuda. Sebagian dari bani Simeon mendapat bagian tanah di dalam wilayah Yehuda. Saat Israel pecah, dari antara mereka ada yang pindah dari sana ke wilayah utara, dan ada yang ke negeri orang Ham dan Amalek. Mereka mendiami tempat itu setelah menumpas penduduk setempat. Mereka hidup aman sentosa dan selamat dari serangan Asyur dan Babel (4:39-43). Mereka yang tetap tinggal di wilayah Yehuda turut dibuang ke Babel, lalu kembali ke kota-kota Yehuda.
Keturunan Yehuda memiliki profesi yang tidak biasa. Keturunan Yoab bekerja di bidang pertukangan (4:14). Keturunan Syela ada yang menjadi pembuat kain linen halus (4:21). Ada pula keturunan Yehuda yang menjadi tukang periuk (4:23). Nama "Yabes" (4:9-10) mungkin berkaitan dengan kota Yabes, tempat tinggal kaum Soferim (2:55). Dalam Alkitab versi Bahasa Indonesia Masa Kini, kaum Soferim disebut sebagai orang-orang yang ahli dalam hal menulis dan menyalin surat-surat penting (mungkin yang dimaksud adalah ahli hukum). Jadi, berkat Tuhan itu luas dan mencakup keterampilan di berbagai bidang.
Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan tentang doa. Nama Yabes—yang lebih terpandang dari saudara-saudaranya—hanya disebut dalam dua ayat, dan salah satu ayat mencatat doa Yabes (4:10). Yabes memohon agar TUHAN memberkati dia dengan berlimpah-limpah, memperluas daerahnya, menyertai dan melindunginya dari malapetaka. Ternyata TUHAN mengabulkan permintaannya! (4:10). Catatan ini tidak menjamin bahwa apa saja yang diminta umat TUHAN pasti akan dikabulkan, tetapi bahwa TUHAN akan mengabulkan doa yang benar. Doa Yabes dibenarkan karena: Pertama, dia tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Kedua, dia tidak meminta kepada berhala, melainkan kepada Allah yang berkuasa dan mau mengabulkan doa. Ketiga, keinginannya bukan dilandasi keserakahan atau kebanggaan diri (Yakobus 4:3). Doa Yabes dikabulkan karena Allah berkenan pada permohonannya. Allah tidak akan mengabulkan permohonan yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya (Yakobus 5:16, 1 Yohanes 5:14). Memohon dalam doa berarti mengaku bahwa TUHAN adalah sumber berkat dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Memohon dalam doa mengungkapkan sikap mengandalkan TUHAN dan berserah kepada-Nya. Doa adalah wujud keintiman relasi dengan TUHAN, bukan sekedar rutinitas. Apakah Anda telah menjalin keintiman dengan TUHAN melalui doa?