Setelah turun takhta, Daud tidak berhenti bekerja. Bait Suci yang kelak berdiri membutuhkan banyak pekerja, sehingga kaum Lewi yang bertugas harus diatur agar pekerjaan mereka tidak tumpang tindih dan mereka semua dapat mengerjakan tugas masing-masing dengan baik. Daud membagi-bagi mereka sesuai dengan pengelompokan tugas yang ditetapkan dalam kitab Imamat. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok menurut kaum keturunan ketiga anak Lewi, yaitu Gerson, Kehat dan Merari. Pada zaman Musa, keluarga Gerson bertugas menangani segala urusan Kemah Suci. Keluarga Kehat mengurus permebelan, termasuk Tabut Perjanjian. Keluarga Merari mengurus masalah konstruksi, termasuk pilar dan balok penyangga.
Amram—anak sulung Kehat—adalah ayah Harun dan Musa. Harun dan keturunannya mendapat tugas khusus, yaitu menjadi imam yang mengurus persembahan kurban. Peran ini tidak boleh dialihkan kepada orang Lewi yang lain, termasuk keturunan Musa, meskipun Musa dianggap nabi terbesar bagi orang Israel. Jelas bahwa pengaturan Tuhan itu luar biasa. Bandingkan dengan Yusuf yang sangat menonjol di antara saudara-saudaranya, tetapi kedudukan raja––yang menurunkan Mesias––diberikan kepada Yehuda. Hal ini mengingatkan kita untuk hidup bergantung pada anugerah Tuhan, bukan pada kekuatan dan kemampuan diri.
Pengaturan tugas kaum Lewi ini mengajarkan bahwa tidak ada pekerjaan Tuhan yang boleh diremehkan. Tugas sebagai imam tampak paling mulia karena imam langsung berhubungan dengan Tuhan. Akan tetapi, bila tidak ada orang Lewi yang membersihkan mezbah dan menyiapkan kayu bakar, tugas mereka akan terhambat. Kurban sajian berupa roti tidak beragi tidak bisa disajikan bila tidak ada yang menyediakan tepung dan membuat roti. Tempat ibadah dan semua peralatan ibadah tidak layak dipakai bila kotor. Harus ada orang yang membersihkannya. Tugas membersihkan sering dianggap pekerjaan paling rendah, tetapi tugas itu penting agar kegiatan ibadah bisa berlangsung.
Walaupun Daud rela tidak mendapat nama dalam pembangunan Bait Suci, ia berusaha agar Rumah Tuhan berdiri dengan megah. Ada orang yang pekerjaannya tidak menonjol, tetapi peranannya sangat penting untuk pekerjaan Tuhan. Di ayat terakhir ada fakta yang sangat indah, yaitu bahwa orang Lewi harus melayani anak-anak Harun untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN. Mereka bekerja sama tanpa mempersoalkan posisi dalam pelayanan mereka, agar pekerjaan Tuhan bisa terlaksana. Apakah Anda bersedia melayani Tuhan dengan giat, termasuk dalam hal-hal kecil yang tidak dilihat banyak orang?