Mazmur 119:1–32

Berpegang Pada Firman

1 November 2026
GI Wirawaty Yaputri

REDAKSI

Salam sejahtera dalam kasih Kristus.

GeMA edisi ini adalah edisi terakhir dari GeMA Tahap IX. Hal ini berarti bahwa pembaca yang mengikuti pembacaan Alkitab GeMA sejak edisi pertama akan menyelesaikan sembilan kali pembacaan seluruh Alkitab. Pada GeMA edisi ini, kita akan bersama-sama membaca dan merenungkan Mazmur 119-150 dan kitab Wahyu, serta mengikuti renungan khusus Natal dan renungan akhir tahun.

Bagi pembaca yang telah berulang-ulang mengikuti pembacaan Alkitab GeMA, kami memiliki beberapa pengharapan: Pertama, kami berharap bahwa pembaca telah memiliki gambaran menyeluruh tentang isi Alkitab, sehingga Alkitab tidak hanya dipahami secara ayat per ayat, tetapi Alkitab dipahami sebagai suatu kesatuan. Kedua, saat membaca satu bagian Alkitab, kami berharap bahwa pembaca telah terbiasa untuk memahami berdasarkan konteks ayat-ayat tersebut. Dengan demikian, kami juga berharap bahwa pembaca telah memiliki gambaran tentang sejarah umat Allah yang terdapat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ketiga, kami berharap bahwa pembaca telah menyadari betapa kayanya firman Allah itu. Walaupun Alkitab telah berkali-kali dibaca dan direnungkan, kekayaan pesan Alkitab tidak akan pernah habis digali. Setiap kali membaca ulang, seharusnya kita bisa menemukan hal yang baru dari teks Alkitab yang sama. Seorang yang merasa sudah menguasai seluruh pesan Alkitab adalah seorang yang belum benar-benar memahami betapa kayanya firman Allah itu. Keempat, kami berharap bahwa pembaca telah menyadari bahwa Alkitab masih tetap relevan bagi pembaca pada masa kini. Walaupun Alkitab adalah buku kuno yang memuat kisah-kisah kuno, kisah-kisah tersebut masih relevan bagi kita saat ini karena Allah memperkenalkan diri-Nya melalui kisah-kisah tersebut. Allah bukan sekadar angan-angan orang-orang kuno, tetapi Allah adalah Pribadi yang menyatakan diri-Nya dalam sejarah. Melalui pembacaan Alkitab, kita mengenal Allah dan kehendak-Nya, sehingga kami berharap bahwa pembaca telah membiasakan diri untuk merespons pembacaan Alkitab dengan tindakan ketaatan terhadap kehendak Allah. Oleh karena itu, sikap yang diharapkan telah menjadi kebiasaan pembaca saat membaca Alkitab adalah bertanya, "Apa yang ingin Allah sampaikan kepada saya melalui pembacaan Alkitab hari ini?"

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua rohaniwan, penerjemah, dan staf sinode GKY yang telah mendukung renungan GeMA. Semoga edisi terakhir GeMA Tahap IX ini menjadi berkat bagi kita semua.

Berpegang Pada Firman
Minggu, 1 November 2026

Bacaan Alkitab hari ini:
Mazmur 119:1–32

Mazmur 119 adalah Mazmur yang berbicara tentang berkat bagi orang yang berpegang pada firman TUHAN. Firman TUHAN di dalam Mazmur ini dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu: Taurat, Titah, Ketetapan, Hukum, Peringatan, Perintah, Firman, dan Janji. Delapan kategori ini diulang-ulang oleh pemazmur untuk menunjukkan betapa kayanya firman TUHAN, dan bahwa memegang firman TUHAN akan berdampak besar dalam kehidupan. Firman Tuhan tidak hanya sekadar kata-kata yang disampaikan TUHAN, karena kata-kata itu mengandung Taurat, Hukum, Janji, Perintah, Peringatan, Ketetapan dan Firman. Dalam Mazmur 119, orang-orang yang berbahagia adalah orang yang bukan saja mendengar firman, melainkan berpegang pada firman di dalam kehidupan sehari-hari. Apa maksudnya berpegang pada firman? Berpegang pada firman TUHAN berarti menaati dan melakukan firman dengan setia meskipun kondisi sedang tidak mendukung. Berpegang pada sesuatu berarti menjadikan sesuatu sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Prinsip adalah aturan dasar yang menjadi landasan berpikir dan bertindak. Berpegang pada firman TUHAN berarti menjadikan prinsip-prinsip firman Tuhan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Berpegang pada firman TUHAN tidak boleh dilakukan dengan perasaan terpaksa atau berat hati, melainkan harus dilandasi oleh hati yang sungguh-sungguh rindu mengungkapkan kasih kepada TUHAN (119:20). Dengan demikian, ketaatan kepada firman TUHAN akan dilakukan dengan sukacita (119:14,16), mencari TUHAN dengan segenap hati akan menjadi kegemaran (119:10,24), dan ia akan menyimpan janji TUHAN di dalam hatinya (119:11) serta selalu ingin makin memahami firman TUHAN dan merenungkannya (119:27). Orang yang berpegang pada firman akan memandang kebahagiaan dengan cara yang berbeda dari dunia ini. Ia meyakini bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa diperoleh bila ia menaati firman Tuhan (119:1). Bagi orang yang tidak percaya, menaati firman Tuhan tidak mendatangkan kebahagiaan, bahkan dianggap merugikan dan menimbulkan penderitaan. Apa yang membuat pemazmur dapat meyakini bahwa kebahagiaan sejati datang dari melakukan firman TUHAN? Hidup dengan berpegang pada firman TUHAN membuat pemazmur memiliki hikmat untuk melihat kehidupan dengan cara yang berbeda. Bagaimana dengan Anda: Apakah Anda sudah berpegang pada firman TUHAN dengan segenap hati? Atau sebaliknya: Apakah Anda masih hidup dengan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design