Efesus 5:25?27

Gereja yang Terus Diperbarui

29 Oktober 2026
Pdt. Gabriel Goh

"Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya, untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu,tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela."

-- Efesus 5:25b?27

Reformasi bukanlah sekadar momen sejarah abad ke-16, tetapi cermin kasih Kristus yang terus-menerus menyucikan gereja-Nya. Rasul Paulus menggambarkan Kristus sebagai Mempelai yang setia, yang tidak hanya menebus jemaat-Nya, tetapi juga terus menguduskannya. Karya Kristus bagi gereja bukan sekadar "selesai di kayu salib," melainkan juga berlanjut dalam proses pemurnian yang tak pernah berhenti. Itulah esensi dari semboyan terkenal Reformasi: "Ecclesia reformata semper reformanda secundum verbum Dei" (Gereja yang telah direformasi harus terus diperbarui berdasarkan firman Allah). Kalimat ini menegaskan dua hal penting: Pertama, gereja memang sudah direformasi, artinya telah kembali kepada Injil. Kedua, gereja harus terus diperbarui karena dosa dan kelalaian selalu berusaha merusak kemurnian Injil. Dengan kata lain, pembaruan bukan nostalgia masa lalu, melainkan panggilan kekinian. Gereja yang berhenti diperbarui adalah gereja yang sedang membusuk.

Kristus menyucikan jemaat "dengan air dan firman." Firman di sini bukan sekadar teks yang dibaca, tetapi kuasa yang mengubah hidup. Setiap kali firman diberitakan, Roh Kudus bekerja membasuh gereja dari kesombongan, kebodohan rohani, dan kompromi moral. Sayangnya, betapa sering gereja modern lebih tertarik pada relevansi budaya daripada kemurnian firman. Injil dipoles agar terlihat modern, padahal dunia bukan membutuhkan Injil versi baru, melainkan hidup baru dari Injil yang lama. Tantangan terbesar gereja bukanlah serangan dari luar, melainkan pembusukan dari dalam. Bila dosa ditoleransi, kemunafikan dianggap lumrah, dan pengajaran palsu dibungkus dengan bahasa kasih, gereja sedang berjalan menuju kegelapan.

Kristus memurnikan jemaat-Nya "tanpa cacat atau kerut". Artinya, pembaruan gereja adalah proses menuju kesempurnaan kekal di hadapan Allah. Setiap kali gereja diperbarui, kemuliaan Allah makin nyata di dunia. Di sanalah, dunia dapat melihat bukti bahwa Injil bukan teori mati, melainkan kuasa yang menghidupkan. Apakah Anda dan gereja Anda terus-menerus diperbarui berdasarkan firman Allah?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design