Di depan pintu masuk Cavendish Laboratory--yaitu laboratorium sains Universitas Cambridge di Inggris--terdapat tulisan yang artinya demikian, "Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya." Tulisan ini dikutip dari Mazmur 111:2. Sangat menarik bahwa laboratorium ini dipandang sebagai tempat bagi para ilmuwan untuk menyelidiki perbuatan-perbuatan TUHAN. Secara tidak langsung, hal ini berarti bahwa para ilmuwan yang mendirikan laboratorium tersebut mengakui bahwa alam semesta ini diciptakan dan terus dipelihara oleh TUHAN. Keyakinan mereka luar biasa karena saat ini, banyak ilmuwan yang tidak lagi memercayai adanya TUHAN yang berperan di semua proses yang terjadi dalam alam semesta ini.
Memang, bukan hal yang mudah untuk mengagumi TUHAN dan pekerjaan tangan-Nya. Ada orang yang begitu melihat keindahan alam, langsung memuji kebesaran Tuhan. Namun, banyak juga orang yang hanya sekadar mengagumi alam ciptaan, tetapi tidak mengakui adanya Pencipta di balik adanya ciptaan itu. Di sinilah peran orang percaya diperlukan. Orang percaya harus memberitakan tentang TUHAN yang melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib. Pemazmur berkata, "Perbuatan-perbuatan yang ajaib dilakukan-Nya menjadi peringatan; ...." (111:4). Kata "peringatan" di ayat ini adalah padanan dari kata Ibrani zeker, yang artinya "proklamasi". Artinya, perbuatan ajaib dari TUHAN bukan hanya harus diingat, melainkan juga harus diproklamasikan kepada orang lain, khususnya kepada orang yang belum percaya. Saat perbuatan TUHAN diberitakan--artinya Injil disampaikan--Injil itu memiliki kekuatan untuk menerobos hati orang yang buta secara rohani serta mencelikkan matanya untuk menyadarkan tentang Sang Pencipta yang luar biasa.
Mazmur ini ditutup dengan pernyataan tentang hikmat, "Permulaan hikmat ialah takut akan TUHAN" (111:10). Setelah memuji keagungan TUHAN yang nyata lewat perbuatan-Nya, pemazmur berbicara tentang hikmat. Ayat penutup yang berbicara tentang hikmat menyimpulkan bahwa seharusnya, manusia hidup dalam takut akan TUHAN ketika melihat perbuatan TUHAN yang dahsyat. Kita tidak boleh hanya berhenti pada sekadar kagum, tetapi kita harus hidup dalam takut akan Dia dalam arti menghormati dan menaati perintah-perintah-Nya. Bagaimana dengan cara hidup Anda: Apakah Anda sudah melihat pekerjaan dan perbuatan TUHAN yang ajaib? Apakah Anda sudah hidup dalam takut akan Dia? Apakah Anda sudah menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN kepada orang lain?