Mazmur 107

Selalu Bersyukur

13 Oktober 2026
GI Wirawaty Yaputri

Pujian yang Menguatkan Iman

Orang Kristen dikenal sebagai pemuji atau orang yang sering bernyanyi memuji Tuhan. Sejak zaman Perjanjian Lama, kehidupan orang Kristen diwarnai oleh pujian kepada Allah. Orang Kristen memuji Allah karena Allah layak dipuji dan dimuliakan. Meskipun Allah tidak meminta puji-pujian dari umat-Nya, orang percaya yang sudah menyaksikan dan mengalami perbuatan Allah yang ajaib tidak dapat tidak memuji Dia. Puji-pujian mengalir dari mulut orang yang mengalami kebaikan dan pertolongan Tuhan. Ada banyak alasan untuk memuji Tuhan. Salah satu alasan utama yang membuat orang Kristen harus terus memuji Tuhan adalah karena Allah telah menunjukkan kasih-Nya yang besar melalui pengurbanan Yesus Kristus di kayu salib. Anugerah keselamatan telah diterima oleh orang percaya secara cuma-cuma melalui iman kepada Kristus. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi orang Kristen yang sungguh-sungguh beriman untuk tidak memuji Tuhan.

Saat orang percaya memuji Tuhan, pujian yang dinyanyikan sering kali memberikan kekuatan kepada dirinya sendiri. Orang-orang yang sedang bergumul menghadapi masalah, penyakit, kekhawatiran, dan ketakutan bisa mendapat kekuatan saat menyanyikan syair pujian. Penulis Mazmur sering mencurahkan perasaannya melalui nyanyian mazmur) yang mereka tulis. Mazmur yang akan kita renungkan, khususnya Mazmur 113-118, adalah kumpulan Mazmur yang disebut Hallel atau Mazmur Pujian. Mazmur-mazmur ini dinyanyikan waktu perayaan Paskah. Ketika Yesus Kristus mengadakan perjamuan terakhir dengan murid-murid-Nya, kemungkinan besar, Ia menyanyikan mazmur-mazmur ini (lihat Matius 26:30). Mazmur-mazmur ini telah memberikan kekuatan kepada Kristus untuk menghadapi penderitaan yang memuncak pada peristiwa penyaliban.

Mazmur merupakan sarana untuk membangun iman umat Allah. Syair lagu pujian mengandung pengajaran yang mudah diingat karena memiliki irama dan biasanya dinyanyikan dengan iringan musik yang indah. Mazmur juga merupakan sarana untuk memberitakan Injil. Orang-orang yang mendengarkan mazmur pujian akan menerima berita tentang Allah, khususnya tentang kasih dan anugerah Allah yang besar di dalam Yesus Kristus. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila di dalam banyak mazmur, ajakan memuji Tuhan bukan hanya ditujukan bagi umat TUHAN, tetapi juga ditujukan kepada segala bangsa, serta dinyanyikan dengan gegap gempita, sehingga semua orang dapat mendengar berita Injil yang terkandung dalam syair-syair mazmur. [GI Wirawaty Yaputri]

Selalu Bersyukur
Selasa, 13 Oktober 2026

Bacaan Alkitab hari ini:
Mazmur 107

Sudahkah Anda bersyukur kepada Tuhan setiap saat? Seharusnya, kita bukan bersyukur karena kondisi kita selalu baik, melainkan karena TUHAN selalu baik. Kasih setia TUHAN tidak pernah meninggalkan kita, dan Ia tidak pernah merancangkan yang buruk terhadap diri kita. Inilah alasan yang membuat kita harus selalu bersyukur! Meskipun kondisi kita kadang-kadang terasa kurang baik, kasih setia Tuhan tidak dibatasi oleh kondisi buruk yang sedang kita alami.

Bacaan Alkitab hari ini adalah lanjutan dari Mazmur 106. Mazmur 107 ini menjawab pergumulan yang dialami umat TUHAN dalam Mazmur 106. Mazmur 106 mencatat pergumulan umat TUHAN yang telah berulang kali berbuat dosa dan tidak sungguh-sungguh menaati TUHAN, padahal TUHAN begitu mengasihi mereka. Akhirnya, mereka dibuang oleh TUHAN (106:40-42). Namun, pembuangan tidak membuat pemazmur kehilangan iman. Ia tetap yakin bahwa Allah mengingat perjanjian-Nya dan berbelaskasihan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar (106:45). Mazmur 106 ditutup dengan seruan agar Allah menyelamatkan dan mengumpulkan umat-Nya kembali dari antara bangsa-bangsa (106:47). Mazmur 107 merupakan kisah penyelamatan Allah terhadap umat yang dikumpulkan kembali setelah Ia membuang mereka. Dalam Mazmur 107, umat yang dikumpulkan kembali itu diperintahkan untuk mengucap syukur kepada Allah karena keselamatan yang Ia kerjakan bagi mereka (107: 1,8,15,21,31). Allah menyelamatkan umat yang mengembara, yang lapar dan haus (107:4-5). Allah menyelamatkan umat yang dipenjara di tempat gelap dan dibelenggu besi (107:10). Allah menyelamatkan mereka yang sakit dan hampir mati (107:17-18). Allah menyelamatkan mereka yang mengarungi laut (107:23). Kesamaan pola dari orang-orang yang diselamatkan Allah ini adalah bahwa mereka berseru-seru kepada Allah dalam penderitaan dan kesesakan mereka, kemudian Allah mendengar seruan itu dan menyelamatkan mereka (107:6,13,19,28). Dia mendengar seruan doa umat-Nya! Mengapa Allah harus menunggu sampai umat-Nya berseru, baru Ia menyelamatkan mereka? Mengapa Ia tidak langsung menyelamatkan mereka saja? Tampaknya, Allah menunggu umat-Nya berseru kepada-Nya. Bila umat Allah sungguh-sungguh memercayai Allah, mereka akan berseru kepada-Nya saat mengalami penderitaan, Allah ingin melihat iman mereka! Selain itu, saat umat berseru kepada-Nya dan Ia menjawab mereka, mereka akan dipenuhi rasa syukur dan menyadari bahwa Allah itu Hidup! Saat Anda menghadapi masalah, apakah Anda berseru kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh? Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk berterima kasih atas kebaikan-Nya?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design