Identitas adalah ciri atau jati diri yang melekat pada diri seseorang yang membedakan dirinya dengan orang lain. Yohanes menyebut orang-orang percaya sebagai anak-anak Allah. Inilah identitas sesungguhnya dari orang-orang percaya, yakni sebagai anak-anak Allah. Identitas ini bukan didapatkan atau diraih, melainkan diberikan Allah oleh karena kasih karunia-Nya (3:11). Kristus mengadopsi orang-orang yang percaya kepada-Nya melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Tidak ada sedikit pun upaya manusia untuk mendapatkan identitas tersebut. Identitas itu diperoleh karena kasih karunia Allah, bukan hasil pencapaian atau usaha manusia. Identitas kita ada di dalam Kristus yang telah menebus dan menyelamatkan kita. Oleh karena itu, sebagai anak-anak Allah, keseharian hidup kita harus sesuai dengan identitas kita, yakni: Pertama, hiduplah dalam kekudusan, sama seperti Kristus adalah kudus (3:3), dan jangan hidup dalam dosa. Kedua, hiduplah dalam kebenaran, sama seperti Kristus adalah benar (3:7), karena kita adalah agen kebenaran Allah. Ketiga, milikilah kerinduan untuk mempraktikkan kasih Kristus secara nyata dalam komunitas orang percaya, sama seperti Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk setiap orang yang percaya kepada-Nya (3:16). Dengan demikian, kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi orang lain, khususnya bagi saudara seiman yang membutuhkan bantuan.
Sebaliknya, Rasul Yohanes memberitahukan identitas atau tanda-tanda anak-anak Iblis, yakni: Pertama, tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Allah (3:6b). Kedua, tidak berbuat kebenaran dan tidak mengasihi saudaranya (3:10). Tanda-tanda tersebut tidak cocok untuk orang percaya karena setiap orang yang mengenal dan mengasihi Kristus sudah pasti akan menaati perintah-Nya. Salah satu perintah-Nya adalah saling mengasihi, bukan hanya dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Dalam bacaan Alkitab hari ini, Rasul Yohanes mengajak kita untuk menyadari identitas kita sebagai anak-anak Allah dan bukan anak-anak Iblis. Oleh karena itu, hiduplah sesuai dengan identitas yang telah diberikan Allah menurut kasih karunia-Nya dan praktikkanlah kasih Kristus secara nyata. Apakah Anda menyadari bahwa identitas Anda bukan ditentukan oleh pencapaian Anda, tetapi oleh keberadaan Anda di dalam Kristus? Apakah kehidupan Anda sudah sesuai dengan identitas Anda di dalam Kristus (yaitu hidup kudus dan benar, tidak kompromi dengan dosa, menjaga tutur kata, memelihara dan mempraktikkan kasih Kristus di komunitas orang percaya)?