2 Petrus 2

Kedaulatan di Zaman yang Menyesatkan

3 Oktober 2026
GI Samuel Joko Suharyono

Bayangkan seseorang yang tertipu saat membeli barang. Sekilas, barang yang dibeli terlihat sangat mirip dengan yang asli, dan harganya jauh lebih murah. Akan tetapi, akhirnya terlihat bahwa barang itu adalah barang palsu yang berkualitas rendah. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Rasul Petrus berusaha menyadarkan jemaat mula-mula akan bahaya yang jauh lebih mematikan daripada sekadar penipuan barang jasmani, yaitu hadirnya para pengajar palsu di tengah persekutuan umat Tuhan.

Perhatikan peringatan penulis yang tegas, "Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka." (2:1). Ajaran sesat dalam gereja jarang yang muncul secara terang-terangan dengan wajah menyeramkan. Sebaliknya, kesesatan sering kali disusupkan lewat pesan-pesan yang menyenangkan. Para penyesat itu menawarkan kebebasan semu dan kelonggaran moral, seolah-olah anugerah pengampunan Allah adalah sebuah izin resmi untuk terus hidup dalam dosa tanpa perlu pertobatan sejati. Secara praktis, mereka menolak ketuhanan Kristus yang berdaulat menguasai hidup mereka. Namun, firman Tuhan dengan sangat keras menegaskan bahwa kedaulatan dan keadilan Allah sama sekali tidak bisa dipermainkan. Melalui rentetan contoh sejarah tentang air bah di zaman Nuh serta kehancuran total kota Sodom dan Gomora, Rasul Petrus menjelaskan secara gamblang bahwa Tuhan berdaulat penuh menghukum setiap kejahatan sekaligus memelihara umat-Nya. Kesimpulannya sungguh sangat melegakan, "Jadi, nyatalah bahwa Tuhan tahu bagaimana menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman." (2:9). Keadilan ilahi itu sungguh teramat pasti dan mutlak.

Pada zaman ini, batas antara kebenaran dan kebohongan sering terlihat kabur, bahkan diputar balik, sehingga kita memerlukan kepekaan secara rohani. Jangan biarkan iman Anda diombang-ambing oleh tren ajaran yang mengumbar hawa nafsu kedagingan. Jadikanlah relasi dan interaksi dengan saudara seiman sebagai benteng yang kokoh untuk saling menjaga kemurnian pemahaman firman Tuhan. Apakah Anda telah membiasakan diri untuk menguji setiap pengajaran berdasarkan terang kebenaran Alkitab yang utuh dan tak berubah? Berdirilah teguh dengan memegang Injil Kristus. Hiduplah senantiasa dalam kekudusan dan muliakanlah Sang Penguasa tunggal kita senantiasa!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design