Yohanes 16:8-11

Roh yang Menginsafkan akan Dosa

15 Mei 2026
GI Purnama

Misi melaksanakan Amanat Agung Kristus adalah misi yang tidak mungkin dilakukan tanpa pertolongan Roh Kudus. Agar seseorang bisa dibimbing menjadi murid Kristus, hal pertama yang harus dilakukan adalah membimbing orang itu untuk menyadari bahwa dia memerlukan Kristus. Supaya seseorang menyadari bahwa dirinya memerlukan Kristus, dia harus menyadari bahwa dirinya adalah orang berdosa yang memerlukan pengampunan Allah. Seorang yang menganggap dirinya cukup baik atau lebih baik dari pada orang lain tidak akan merasa memerlukan Yesus Kristus sebagai Penebus dosa. Lingkungan yang baik, pendidikan yang baik, dan keluarga yang baik kadang-kadang justru membuat seseorang merasa bahwa dirinya baik dan sulit untuk insaf bahwa dirinya adalah seorang berdosa. Hanya Roh Kudus yang sanggup menginsafkan seseorang bahwa dirinya berdosa.

Sebenarnya, setiap orang itu dilahirkan dengan kecenderungan untuk berbuat dosa. Seseorang berbuat dosa bukan semata-mata karena lingkungannya menggoda dia untuk berbuat dosa, tetapi karena dia memang memiliki kecenderungan untuk memilih berbuat dosa. Seorang anak kecil yang menjatuhkan benda antik di rumah dan takut menjadi sasaran kemarahan orang tuanya akan cenderung berbohong tanpa harus diajar oleh orang lain. Saat teknologi makin berkembang, bentuk-bentuk dosa baru yang terbuka karena adanya teknologi baru juga berkembang secara otomatis. Penipuan secara online berkembang bukan karena ada guru yang mengajarkan penipuan seperti itu, tetapi karena manusia memang memiliki kecenderungan mengejar keuntungan dan kesenangan dengan menghalalkan segala cara.

Salah satu penghalang bagi seseorang untuk bisa insaf akan dosanya adalah paham relativisme. Orang yang merasa bahwa perbuatannya relatif lebih baik daripada orang lain cenderung menolak untuk insaf dan meninggalkan dosanya. Paham relativisme ini membuat banyak orang yang tertangkap tangan melakukan praktik korupsi masih tetap bisa tersenyum dan tidak merasa malu. Pada masa kini, pelanggaran terhadap aturan yang semakin meningkat—misalnya pelanggaran terhadap aturan lalu lintas—membuat banyak orang tidak merasa bersalah saat melanggar aturan. Pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan seseorang akan membuat suara hati nurani yang tidak didengarkan menjadi teredam. Roh Kudus diperlukan untuk menginsafkan akan dosa! Bila Anda berbuat dosa, apakah Anda masih memiliki kepekaan untuk mendengar teguran dari Roh Kudus. Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk merespons saat mendengar teguran terhadap dosa yang Anda lakukan?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design