1 Tawarikh 29:1-9

Persembahan yang Membawa Sukacita

9 Mei 2026
GI Michael Tanos

Penulis Tawarikh menceritakan kesungguhan hati Daud dalam hal pembangunan Bait Suci. Karena dia tidak diizinkan membangun, dan dia tahu bahwa Salomo belum berpengalaman untuk pekerjaan sebesar itu, Daud membantu Salomo dengan membuat persiapan agar pembangunan dapat terlaksana dengan baik. Daud menyiapkan bahan-bahan bangunan dan semua peralatan, para tukang, mandor, dan pemimpin pelaksana. Bahkan, ia mempersiapkan para pembesar dan pemimpin Israel untuk mendukung Salomo dengan sepenuh hati.

Bacaan Alkitab hari ini adalah pesan Daud tentang pembangunan Bait Suci, khususnya ajakan untuk turut ambil bagian dalam pengadaan material. Kata pengantar Daud menunjukkan kasihnya kepada Allah.Penyebutan "Allahku" (29:2,3) menunjukkan adanya kedekatan dengan TUHAN. Daud mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi (bandingkan dengan Hukum Kasih, Matius 22:37-40). Cinta kepada TUHAN diwujudkan Daud dalam cinta kepada rumah -Nya. Ia memakai seluruh sumber daya yang ia miliki agar pembangunan Bait Suci dapat terlaksana dengan baik."Sebab bait itu bukan untuk manusia, melainkan untuk TUHAN Allah." (29:1). TUHAN yang Maha mulia layak menerima persembahan terbaik dari kita.

Daud telah menyediakan bahan untuk Bait Suci yang jumlahnya sangat besar. Mungkin, apa yang sudah disediakan Daud sudah mencukupi kebutuhan, tetapi Daud mengajak semua pemimpin Israel untuk turut memberi persembahan menurut kerelaan masing-masing. Daud ingin agar seluruh umat Israel turut memiliki andil dalam pekerjaan besar itu. Dengan kerelaan dan ketulushatian, mereka memberikan emas, perak, tembaga, dan besi, serta batu-batu permata yang mereka miliki. Bangsa itu bersukacita atas kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN. Raja Daud juga sangat bersukacita. (29:9).

Memberi kepada orang yang kita kasihi akan menimbulkan sukacita tersendiri di hati kita. Makin berharga pemberian itu, makin besar pula sukacitanya. Sukacita kita saat memberi persembahan kepada Tuhan tergantung dari motivasi kita dalam memberi. Orang yang memberi persembahan dengan harapan bahwa Tuhan akan membalas dengan berkat berlipat ganda tidak akan mendapat sukacita, melainkan rasa waswas saat menanti hasil. Memberi sebagai kewajiban atau beban juga tidak akan menghasilkan sukacita, melainkan (mungkin) ketidakpuasan. Hanya pemberian atas dasar kasih kepada Allah,yang akan membawa sukacita besar! Periksalah diri Anda: Apa motivasi Anda saat memberi persembahan kepada Allah?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design