Catatan tentang panglima tentara dan pembesar Kerajaan Daud dalam pasal ini bukanlah pengaturan baru, melainkan pengulangan catatan-catatan sebelumnya, karena beberapa nama sudah meninggal pada akhir pemerintahan Daud. Asael dibunuh oleh Abner saat Daud masih memerintah di Hebron, dan Ahitofel ikut mendukung pemberontakan Absalom terhadap Daud. Sejak zaman Musa, setiap kegiatan bangsa Israel secara nasional selalu melibatkan kedua belas suku, baik secara bersama-sama atau secara bergiliran. Bahkan, kegiatan salah satu suku sering mengajak partisipasi suku-suku lain. Daud juga melakukan hal yang sama dalam mengatur penjagaan keamanan kerajaannya. Pasukan militernya dibagi dalam dua belas kelompok menurut suku-suku Israel. Mereka bertugas secara bergiliran, masing-masing satu bulan dalam setahun. Setiap kelompok berjumlah dua puluh empat ribu orang. Jumlah total adalah 288.000 orang. Merekalah pasukan reguler yang menjaga keamanan negeri pada saat damai. Dalam situasi perang, ada pasukan milisi rakyat yang akan dikerahkan. Jumlah pasukan reguler ini kira-kira seperlima dari catatan Yoab saat pendaftaran orang Israel yang diperintahkan Daud. Ketika Yoab melaporkan hasil perhitungan kepada Daud, dia menyebutkan ada 1.570.000 orang yang sanggup berperang.
Penulis mencatat nama para kepala suku, yaitu pemimpin sipil yang membantu raja dalam urusan administrasi pemerintahan menyangkut suku masing-masing. Para pemimpin ini tidak harus satu pemimpin untuk satu suku. Suku Lewi mempunyai dua pemimpin, masing-masing untuk kelompok imam dan untuk orang Lewi bukan imam. Kelompok imam adalah keturunan Harun yang pada masa Daud dipimpin oleh Zadok. Manasye mempunyai dua pemimpin karena mereka terbagi dalam dua wilayah kediaman, di sebelah barat dan timur Sungai Yordan. Ada dua suku yang tidak tercatat di sini, yaitu suku Asyer dan Gad. Mungkin penulis tidak memiliki data tentang kedua suku itu. Selanjutnya, penulis menuliskan daftar pengurus harta Daud. Ada pengawas ladang, pengawas persediaan makanan, pengawas kebun anggur dan pabrik pengolahannya, serta pengawas ternak. Cara mengatur pemerintahan memperlihatkan bahwa Daud itu penuh hikmat dan pandai mengelola. Dalam daftar pengurus harta, terlihatlah keahlian Daud. Ia menempatkan orang yang ahli di setiap bidang. Orang Arab ditugaskan mengurus unta yang memang berasal dari Arab. Dia memakai orang Hagri yang pandai menggembalakan ternak. Sadarkah Anda bahwa Allah menempatkan Anda di antara orang-orang yang berbeda suku dan agama untuk bekerja sama—terlepas dari perbedaan yang ada—dengan semangat saling menghargai untuk mencapai hasil yang maksimal?