Mazmur 99

Perjumpaan dengan Raja

10 Januari 2026
GI Yorimarlina Umboh

Apakah Anda masih ingat suasana saat Pope atau Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia pada tanggal 3 September 2024? Kedatangannya disambut dengan sangat antusias. Masyarakat Indonesia —terutama umat Katolik—berdesakan memadati jalan-jalan yang hendak dilewati oleh Paus agar dapat melihat beliau. Bila kedatangan Paus disambut dengan sangat antusias, apakah kita juga memiliki antusiasme untuk menyambut kedatangan TUHAN, Raja atas seluruh bumi, yang kuasa-Nya jauh melampaui semua pemimpin yang ada di bumi ini? Mazmur ini mengingatkan kita untuk merespons kehadiran TUHAN dengan rasa takut yang kudus, rasa hormat, dan sikap menyembah.

Mazmur 99 termasuk kelompok Mazmur Kerajaan, yaitu mazmur yang menekankan bahwa TUHAN adalah Raja atas seluruh bumi. Kemungkinan, mazmur ini dipakai dalam ibadah di Bait Allah untuk mengingatkan umat bahwa pemerintahan TUHAN diwarnai oleh kekudusan dan keadilan. Dalam budaya Israel, raja bukan hanya penguasa politik tetapi juga simbol dari pemelihara hukum dan keadilan. Pemazmur menempatkan TUHAN sebagai Raja Tertinggi yang melampaui seluruh penguasa di bumi. Perhatikan suasana di pengadilan negeri! Saat hakim memasuki ruang pengadilan, semua orang harus berdiri karena hakim adalah simbol keadilan dan hakim memiliki otoritas. Jika hakim manusia harus dihormati, bukankah TUHAN yang merupakan Hakim Agung dan Raja yang Kudus harus lebih dihormati? Bila kita sadar betapa tingginya posisi TUHAN itu, bukankah kita tidak akan berlaku sembarangan di hadapan-Nya? Ingatlah bahwa TUHAN adalah Allah yang layak disembah dan Raja yang memerintah dengan keadilan dan kuasa. Ia bukan pemimpin yang jauh dan tidak peduli, melainkan Raja yang hadir di tengah umat-Nya, mendengarkan seruan mereka, dan menegakkan kebenaran. Jika kedatangan Paus saja disambut dengan penuh hormat dan sukacita, bukankah sudah sepatutnya kita menyambut dan menghormati Tuhan dalam kehidupan sehari-hari? Respons terhadap kehadiran Tuhan seharusnya bukan sekadar emosional, melainkan harus dilandasi sikap rendah hati, taat, dan kagum terhadap kekudusan-Nya.

Mazmur 99 mengajar kita untuk tidak memandang ibadah sebagai pertemuan sosial biasa! Setiap kali kita datang untuk berdoa, memuji TUHAN, dan mendengarkan firman, sesungguhnya kita sedang berdiri di hadapan Raja segala raja. Oleh karena itu, pandanglah ibadah sebagai perjumpaan dengan Sang Raja. Apakah selama ini Anda hanya datang beribadah sekadar sebagai kebiasaan atau Anda benar-benar menjadi bagian dari umat yang menghadap Sang Raja yang Kudus?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design