Nehemia 13

Integritas Diri

19 November 2015
Bacaan Alkitab hari ini: Nehemia 13

Perhatian: Khusus renungan GeMA Mobile Kitab Nehemia, renungan yang dimuat di sini sedikit berbeda dengan renungan dalam GeMA Cetak. Berikut ini adalah renungan asli yang dibuat oleh Pdt. Johari Yohanis tanpa diedit sama sekali oleh editor.

Bagaimana caranya kita mampu tetap bertahan ? Jika seseorang telah berhasil mencapai puncak keberhasilannya, tantangan yang paling berat adalah bagaimana menjaga konsistensi integritas diri ditengah-tengah kesuksesan. Kadang kala ketika berada di comfort zone atau zona nyaman, ada kecenderungan manusia lupa pada komitmennya, bahkan cenderung tergoda untuk tidak lagi konsisten dengan sikap imannya kepada Tuhan.

Setelah menyelesaiakan bangunan fisik tembok Yerusalem, bangsa Israel bersukacita. Sebagai seorang pemimpin, Nehemia tidak take it for granted atau tidak terjebak dalam suasana eforia keberhasilannya bersama bangsa Israel membangun tembok Yerusalem yang merupakan simbol kekuatan dan keamanan bangsa Israel. Dia tetap menjaga integritas imannya dihadapan Tuhan dengan :

Pertama, Menjaga Spiritualitas yang baik (13:1-13). Setelah bangsa Israel mendengar Taurat Musa yang dibacakan kepada mereka yang mengatakan bahwa orang Amon dan Moab tidak boleh masuk jemaah Allah untuk selama-lamanya, maka mereka memisahkan kaum peranakan dari antara orang Israel. Namun Imam Eliyasib yang mempunyai hubungan dekat dengan Tobia, justru mengalih fungsi bilik tempat pengumpulan persembahan umat Tuhan kepada Tobia orang Amon itu. Ketika Nehemia melihat hal itu, Ia sangat marah karena penyalahgunaan rumah Allah (13:7-13); dan tidak menjaga kekudusan hari Sabat ( 13:15-22); ia tidak mau kompromi sedikitpun, ia tetap berpegang kepada Taurat Musa. Seringkali kita kurang peka terhadap kehendak Allah, sehingga terlalu mudah kompromi dengan dunia ini, dan tidak lagi menjaga integritas spiritualitas sebagai orang beriman.

Kedua, Menjaga Moralitas yang baik (13:23-28). Nehemia kecewa dan marah kepada orang Yahudi yang tergoda dengan mengambil perempuan-perempuan Amon dan Moab menjadi isteri mereka. Dengan keras Nehemia mengingatkan bagaimana Salomo telah melakukan segala kejahatan yang besar itu, yakni berubah setia kepada Allah, karena memperisteri perempuan-perempuan asing itu. (13:26, 27). Ada banyak godaan morallitas yang akan membuat kita berubah setia kepada Allah dan menghancurkan integritas kita. Oleh sebab itu waspadalah dan waspadalah !

Ketiga, Menjaga Relasi dengan Tuhan yang baik ( 13:14, 29-31). Nehemia seorang beriman yang telah memulai sesuatu dengan doa, sedang mengerjakan sesuatu dengan doa, dan mengakhiri sesuatu dengan doa. Nehemia menyadari bahwa perjuangan hidup ini tidak mudah. Di pasal terakhir kitab Nehemia ini, ada empat kali Nehemia berseru, "Ya Allah, ingatlah kepadaku . . . ."(14,22,29,31). Ini merupakan seruan permohonan akan anugerah dan belas kasihan Tuhan untuk menopang dan menjamin hidupnya, agar tetap berkenan kepada Tuhan. Hal ini menunjukkan sikap ketergantungannya kepada kedaulatan Allah. Sebagai orang percaya, tidak ada cara lain untuk menjaga hidup yang berintegritas, selain tetap bergantung penuh kepada Allah dan tetap berdoa kepadaNya.

Kita bisa menjaga hidup yang berintegritas, hidup yang tidak mudah terpengaruh dan tergoda oleh dunia ini, dengan menjaganya tidak kompromi dengan dunia ini, tetap waspada atas segala macam godaan dan ancaman, dan tetap berdoa mohon kuasa dan belas kasihan Tuhan untuk menopang kita untuk tetap setia kepada Tuhan.(jy)

Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya. (1 Tesalonika 3:13)
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design