Surat Yudas adalah salah satu surat terpendek dalam Perjanjian Baru. Meskipun hanya terdiri dari 25 ayat, nasihat yang disampaikan dalam surat ini sangat penting bagi gereja sepanjang zaman. Penulis mengingatkan jemaat akan bahaya dari para pengajar palsu yang telah menyusup masuk ke dalam gereja. Mereka adalah orang-orang fasik yang menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu serta menyangkal Penguasa dan Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, ia ingin agar jemaat tetap berjuang untuk mempertahankan iman dan berusaha membawa kembali mereka yang ragu-ragu supaya tidak jatuh dalam kesesatan.

Surat Pendek yang Penting bagi Gereja

23 Oktober 2015
Surat Yudas adalah salah satu surat terpendek dalam Perjanjian Baru. Meskipun hanya terdiri dari 25 ayat, nasihat yang disampaikan dalam surat ini sangat penting bagi gereja sepanjang zaman. Penulis mengingatkan jemaat akan bahaya dari para pengajar palsu yang telah menyusup masuk ke dalam gereja. Mereka adalah orang-orang fasik yang menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu serta menyangkal Penguasa dan Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, ia ingin agar jemaat tetap berjuang untuk mempertahankan iman dan berusaha membawa kembali mereka yang ragu-ragu supaya tidak jatuh dalam kesesatan.

Penulis surat ini memperkenalkan dirinya sebagai Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus. Nama Yudas adalah nama yang umum. Di dalam Perjanjian Baru, ada beberapa orang bernama Yudas, yaitu: Yudas anak Yakobus salah seorang dari dua belas murid (Lukas 6:16; Kisah Para Rasul 1:13), Yudas Iskariot, dan Yudas saudara Tuhan Yesus (Matius 13:55; Markus 6:3). Dari beberapa orang yang bernama Yudas, kemungkinan besar penulis surat ini adalah Yudas saudara Tuhan Yesus. Alasannya: Pertama, penulis surat ini tidak menyatakan dirinya sebagai seorang rasul. Artinya, ia bukan salah seorang dari dua belas murid. Kedua, ia menyatakan dirinya sebagai saudara Yakobus. Umumnya, orang pada masa itu mengidentifikasi dirinya dengan ayahnya, bukan dengan saudaranya. Jika Yudas menyebut dirinya sebagai saudara Yakobus, tentu Yakobus yang disinggung dalam suratnya adalah figur penting dalam jemaat. Sangat masuk akal kalau Yakobus yang dimaksud adalah Yakobus pemimpin jemaat mula-mula, penulis surat Yakobus dan saudara Tuhan Yesus. Tetapi, mengapa Yudas tidak memperkenalkan dirinya sebagai saudara Tuhan Yesus? Mungkin karena seperti Yakobus (Yakobus 1:1), ia tidak ingin menekankan relasi duniawi dengan Tuhan Yesus. Selain itu, rasanya kurang hormat jika mengaku diri sebagai saudara dari Penguasa dan Tuhannya (Yudas 1:4).

Dari pendahuluan suratnya, tidak diketahui dengan pasti kepada jemaat mana Yudas mengalamatkan suratnya. Yang jelas, surat ini ditujukan kepada semua orang percaya yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa dan dipelihara untuk Yesus Kristus. Mengingat adanya kemiripan surat ini dengan surat 2 Petrus sebab kedua surat ini menyinggung pengajaran palsu yang mirip maka kemungkinan besar surat ini ditulis dalam periode waktu yang sama atau berdekatan. Jika 2 Petrus ditulis di akhir hidup Petrus, kira-kira pertengahan tahun 60 AD, surat Yudas seharusnya ditulis pada periode waktu yang sama atau berdekatan dengan penulisan surat 2 Petrus. [CG]
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design