Menemukan Sukacita dalam Kitab Filipi

Bersyukur untuk Hal Terpenting

25 Februari 2014
Menemukan Sukacita dalam Kitab Filipi

Jemaat di kota Filipi dirintis oleh Rasul Paulus saat ia mengadakan perjalanan misi yang kedua. Walaupun panggilan Allah bagi Rasul Paulus untuk memberitakan Injil ke wilayah Makedonia amat jelas, tidak berarti bahwa pelayanan itu mudah dan tanpa hambatan. Di Filipi—yaitu kota pertama di Makedonia yang dikunjungi oleh Rasul Paulus—Rasul Paulus harus masuk ke penjara karena digugat oleh orang-orang yang merasa dirugikan oleh pelayanannya. Di Tesalonika—yaitu kota kedua di Makedonia—Rasul Paulus harus melarikan diri ke kota Berea karena orang-orang Yahudi yang tidak menyukai keberhasilan pelayanannya hendak menyelenggarakan pengadilan rakyat untuk menghakimi Rasul Paulus dan tim pelayanannya (Kisah Para Rasul 16:9-10; 16:16-24; 17:5). Dalam 2 Korintus 11:23-28, Rasul Paulus menguraikan garis besar penderitaan yang ia alami dalam pelayanannya, termasuk penderitaan yang disebabkan karena ia berkali-kali dimasukkan ke dalam penjara. Dalam Kisah Para Rasul, selain diuraikan mengenai pemenjaraan yang dia alami di kota Filipi, diuraikan pula bahwa Rasul Paulus dipenjarakan selama dua tahun di kota Kaisarea (23:33; 24:27) serta menjadi tahanan rumah selama dua tahun di kota Roma (28:16, 30). Menurut tradisi, setelah dibebaskan dari tahanan rumah di kota Roma, Rasul Paulus masih terus melakukan perjalanan misi, dan akhirnya kembali dipenjarakan di kota Roma.

Saat menulis Surat Filipi, Rasul Paulus sedang berada dalam penjara (sebagai tahanan rumah) di kota Roma. Yang menarik, dalam surat Filipi bertaburan kata-kata sukacita, baik itu berupa perintah langsung kepada jemaat ataupun ungkapan pribadi atas jemaat. Penjara tidak dapat menahan sukacita yang sejati di dalam Kristus. Sukacita itu timbul karena keyakinan yang pasti akan kasih dan karya Kristus dalam hidupnya dan dalam hidup
jemaat yang ia kasihi, sehingga tidak dapat dilenyapkan oleh pengalaman pahit maupun oleh berbagai masalah yang timbul dalam jemaat yang ia layani.

Jemaat Filipi sendiri sedang mengalami cukup banyak masalah. Dari luar, seperti yang dialami Rasul Paulus, mereka berada di bawah tekanan Kaisar Nero dan terancam pemenjaraan sebagai pengikut Kristus. Dari dalam, mereka menghadapi perpecahan dan pelayan palsu. Kunci sukacita Rasul Paulus tercermin dalam perkataannya, “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (1:6). Sukacita Rasul Paulus itu juga tersedia bagi diri Anda! [MN/P]


Selasa, 25 Februari 2014

Bacaan Alkitab hari ini: Filipi 1

Jemaat di Filipi memiliki tempat yang khusus di hati Rasul Paulus. Seperti batu karang yang kokoh, jemaat Filipi tidak bergeser di tengah-tengah derasnya terpaan tekanan yang dihadapi dari luar dan dari dalam. Oleh karena itu, Rasul Paulus mengucap syukur kepada Allah atas jemaat Filipi karena kesetiaan yang mereka tunjukkan (1:3-5), bahkan Rasul Paulus meminta kepada Allah untuk terus menambahkan kepada jemaat Filipi pengenalan yang benar akan Allah supaya hidup mereka suci dan tak bercacat di hadapan Allah.

Kita harus bersyukur ketika mendapat promosi (kenaikan jabatan) di tempat kerja. Kita pasti bersukacita atas kelahiran anak dan cucu kita dan menunjukkan sukacita yang sama waktu anak dan cucu tetangga lahir. Kita bersyukur atas makanan yang Tuhan sediakan setiap hari. Kita bersyukur untuk perjalanan yang Tuhan sertai. Kita harus berdoa agar orang tua dan anak-anak kita diberkati dan diberi kesehatan. Kita meminta agar Tuhan mengaruniakan kecerdasan kepada anak-anak kita supaya pendidikan mereka baik. Banyak hal yang harus kita syukuri. Banyak hal yang di dalamnya kita bisa bersukacita. Banyak hal yang kita minta kepada Tuhan karena kita menganggap bahwa permintaan itu sangat penting. Sekalipun demikian, jangan lupakan yang paling penting. Kita harus meminta dengan sungguh-sungguh, bersyukur dengan segenap hati, dan dipenuhi dengan sukacita yang melimpah untuk kesetiaan, keteguhan, ketetapan dan kemantapan hati dalam persekutuan dengan berita Injil, yaitu Kristus sendiri karena hanya di dalam Dia kita beroleh hidup. Tuhan Yesus mengatakan dalam Matius 16:26, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”


Filipi 1:5
“Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil
mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.”
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design