Injil Bagi Semua Orang, Beritakan Ke Semua Orang!

Kemuliaan Kasih Allah

20 Maret 2015
Injil Bagi Semua Orang, Beritakan Ke Semua Orang!

Injil Yohanes ditulis dengan tujuan agar Anda mengenal Yesus Kristus secara pribadi. Injil ini ditulis untuk semua kalangan, termasuk non-Yahudi. Dalam Injil ini terdapat berbagai keterangan tentang hal-hal yang terkait dengan tradisi Yahudi, agar Injil ini dapat dipahami oleh orang-orang bukan Yahudi. Allah mengasihi seluruh isi dunia ini, sehingga Ia mengutus Yesus Kristus datang ke dalam dunia, agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Injil Yohanes membahas tentang Siapa Yesus Kristus, khususnya pekerjaan dan perkataan-Nya. Dalam Injil ini, kata “percaya” muncul sebanyak 99 kali. Jelas bahwa Injil ini bukan dimaksudkan agar pembaca mengerti lebih banyak tentang Yesus Kristus, namun Injil ini mendesak para pembaca untuk percaya kepada Yesus Kristus, bahwa Ia adalah Anak Allah, Mesias dan Juruselamat.

Injil Yohanes memuat 7 tanda yang Tuhan Yesus perbuat dan 7 percakapan yang Tuhan Yesus lakukan. Kisah Yesus Kristus memuncak pada kisah salib. Injil ini ditulis agar pembaca percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, Anak Allah. Dengan percaya kepada-Nya, kita beroleh hidup yang kekal (Yohanes 20:31). Kisah penyaliban dan kebangkitan Yesus Kristus mencakup 4 pasal (pasal 18-21) atau hampir 20% dari 21 pasal Injil ini. Ada teolog yang berkata bahwa Injil adalah kisah salib Yesus Kristus dengan pendahuluan yang panjang. Karya salib Kristus adalah puncak karya Kristus dalam Injil, karena walaupun ada banyak hal yang Tuhan Yesus perbuat dan katakan yang menyatakan kemuliaan-Nya, puncak penyataan kemuliaan-Nya adalah salib Kristus.

Injil Yohanes menyadarkan bahwa keselamatan datang dari bangsa Yahudi. “Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.” ( Yohanes 4:22). Sadarilah bahwa Allah berbicara kepada manusia dengan bahasa yang dipahami manusia, bahkan Allah sendiri masuk ke dalam sejarah manusia, sehingga kabar baik tentang Yesus Kristus harus diberitakan dengan bahasa yang dapat dipahami. Itulah semangat dari Injil ini. Walaupun ditulis dengan latar belakang Perjanjian Lama yang kuat, Injil Yohanes ditulis dengan cara yang kontekstual bagi para pembaca di seluruh dunia (Budaya helenis sangat mempengaruhi dunia pada zaman itu). Meskipun perlu diberitakan dengan bahasa yang dapat dipahami oleh suku-suku bangsa, namun Injil tidak boleh lepas dari isi yang sejati dari firman Allah. Membaca Injil Yohanes bukan hanya membuat kita menerima berkat dari Injil, namun biarlah kita didorong dengan kuat untuk memberitakannya, karena Injil bukanlah kisah otobiografi Yesus Kristus, melainkan pemberitaan atau khotbah tentang Yesus Kristus yang didasarkan atas sejarah yang berlangsung ketika Yesus Kristus berinkarnasi dan didasarkan pada Kitab Suci Perjanjian Lama. [RAAL]



Jumat, 20 Maret 2015


Bacaan Alkitab hari ini: Yohanes 1


Injil Yohanes tidak mengisahkan kisah kelahiran Yesus Kristus sebagaimana Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas) mengisahkannya. Namun, hal tersebut bukan berarti bahwa Injil Yohanes tidak mengisahkan betapa mulianya kedatangan Yesus Kristus menjadi manusia. Di dalam uraian tentang kemuliaan Firman di dalam kekekalan serta kemuliaan Firman ketika Firman datang ke dalam dunia menjadi Manusia (1:1-18), kita mendapatkan kalimat yang menyentuh hati kita, yaitu “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.” (1:12-13). Meski tidak tersurat, namun ketika kita menghayati hal ini, kita bisa merasakan kemuliaan kasih Allah bagi kita. Tidak heran Injil Yohanes menuliskan “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia” (1:16). Kasih karunia demi kasih karunia tidak bisa didapat dari siapa pun juga, kecuali hanya dari kepenuhan Firman. Kepenuhan Firman tidak dapat kita alami jika Firman tidak datang menjadi Manusia. Yohanes menulis, “kita telah melihat kemuliaan-Nya” (1:14).

Menjadi anak-anak Allah merupakan hal yang sering kita dengar. Hari ini, kita belajar untuk menghayati lebih dalam lagi nilai menjadi anak-anak Allah. Umat manusia tidak bisa menjadi anak-anak Allah jika Firman yang mulia tidak datang menjadi Manusia. Betapa berharga dan mulianya menjadi anak-anak Allah. Bagaimanakah Saudara menghargai hak istimewa menjadi anak-anak Allah di dalam kehidupan sehari-hari Saudara? [RAAL]

Yohanes 1:12

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya
diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design