Penghiburan Allah Bagi Umat-Nya

Penghiburan bagi Umat Allah

1 Maret 2015
Penghiburan Allah Bagi Umat-Nya
yang Berada dalam Kesesakan


Kitab Nahum ditulis oleh Nabi Nahum. Sebutan “Nahum” berarti “hiburan.” Dia melayani Allah di Yehuda pada pertengahan abad ke-7 BC. Saat itu, Negara Asyur (dengan ibukota Niniwe) sudah menguasai Kerajaan Israel dan menjadi ancaman besar bagi Kerajaan Yehuda. Tema kitab Nahum adalah tentang penghukuman Allah yang segera akan terjadi terhadap Niniwe dan Asyur. Berita demikian adalah suatu penghiburan, baik untuk Israel maupun Yehuda, karena mereka menyadari bahwa keperihan berada di bawah tekanan penjajahan akan segera berakhir. Niniwe kemudian memang ditaklukkan dan dihancurkan pada awal tahun 600-an BC, seperti yang telah dinubuatkan oleh Nabi Nahum (1:14-15).

Tema mengenai kelepasan dari ketertindasan memang merupakan tema yang umum dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Tindakan Allah yang membebaskan umat-Nya dari kesesakan adalah suatu gambaran mengenai apa yang akan Allah lakukan melalui Yesus Kristus untuk membebaskan umat-Nya dari dosa-dosa mereka serta memberikan kepada mereka shalom yang sesungguhnya. Itulah penghiburan yang sejati di dunia ini maupun di dunia yang akan datang, yaitu penghiburan yang diberikan di dalam Kristus melalui Roh Kudus-Nya yang juga disebut sebagai Roh Penghibur.
Kita masih bisa mengingat bahwa sekitar seratus tahun sebelumnya, Yunus pernah berkotbah menentang Niniwe dan kemudian kota itu menunjukkan penyesalan dan pertobatan. Tetapi, ketika masa Nahum tiba, rupanya jejak-jejak pertobatan itu sudah tidak terlihat lagi sama sekali. Kali ini, Nahum datang dengan berita yang jauh lebih keras, yakni tentang penghukuman Allah, dan penghukuman itu memang akhirnya dijatuhkan kepada mereka. [AH]




Minggu, 1 Maret 2015


Bacaan Alkitab hari ini: Nahum 1-2

“Aku akan menjadi lawanmu,” demikianlah pernyataan keras Allah terhadap Niniwe. Seratus tahun lalu, orang-orang Niniwe bertobat ketika mendengar khotbah Nabi Yunus. Tetapi, seiring berjalannya waktu, mereka kembali lagi kepada tabiat dan kebudayaan mereka yang menentang Allah Yahweh. Mereka menyembah ilah-ilah dan patung-patung. Kota Niniwe penuh kepalsuan dan persundalan. Mereka menjajah dan memperbudak orang Israel yang adalah umat Allah. Karena itulah, Tuhan datang dengan pemberitaan penghukuman yang sangat keras terhadap Niniwe.

Allah mengatakan bahwa Dia akan mengirim pasukan musuh untuk menghancurkan dan mempermalukan Niniwe dan negeri Asyur (2:3-13). Tetapi, pada dua pasal ini, Tuhan lebih mengarahkan mata-Nya kepada umat-Nya. Tuhan mengatakan bahwa Dia selalu dapat menjadi tempat pengungsian bagi umat-Nya yang dalam kesesakan dan yang mencari perlindungan kepada-Nya (1:7). Seberapa besar pun kesulitan dan penderitaan yang dialami umat-Nya dari orang-orang Niniwe dan Asyur, mereka akan dilepaskan oleh Allah (1:13), sehingga mereka akan mengalami lagi shalom dan pemulihan (1:15-2:2).

Di dunia ini, umat Allah memang sering kali menghadapi tekanan dan cobaan, baik secara fisik maupun rohani. Dalam kondisi demikian, kita harus selalu ingat bahwa Tuhan “adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan,” dan “Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.” (1:7). Itulah yang Allah lakukan di dalam Yesus Kristus ketika Dia berinkarnasi dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan umat-Nya dari tindasan dosa-dosa mereka. Allah juga memberi kita Roh Kudus yang menjadi Penghibur bagi kita, yang menghibur di dalam penderitaan dan kesesakan kita (2 Korintus 1:4). [AH]

Nahum 1:7

”TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.”
Pokok Doa
1. Kementerian Pertanian.
2. Pusat Pelatihan Misi Terpadu (PPMT).
3. Majelis & Staf Bidang PI Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design