Yunus 4

Misi Gereja

30 Oktober 2023
GI Purnama

Misi Allah untuk menyelamatkan dunia ini sudah dimulai sejak manusia jatuh ke dalam dosa. Iblis--yang menyamar sebagai ular--telah menipu Hawa, sehingga Hawa tergoda untuk melanggar larangan Allah dengan memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Hawa berhasil membujuk Adam untuk melakukan dosa yang sama. Melalui mereka, dosa masuk ke dalam dunia, sehingga semua manusia lahir dalam keadaan berdosa (Roma 5:12). Setelah mereka jatuh ke dalam dosa, Allah memberikan janji bahwa keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala si ular yang melambangkan keberadaan Iblis (Kejadian 3:15). Misi yang masih samar-samar itu lalu diperjelas melalui janji kepada Abraham, yaitu janji bahwa melalui (keturunan) Abraham, semua bangsa akan mendapat berkat (Kejadian 12:3; Galatia 3:8). Janji kepada Hawa maupun janji kepada Abraham terwujud melalui kedatangan Yesus Kristus ke dunia ini. Kristus telah datang ke dunia ini untuk mati di kayu salib guna menebus dosa manusia. Semua orang yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Berita tentang hidup kekal yang tersedia dalam Kristus ini disebut sebagai Injil atau Kabar Baik. Supaya seseorang bisa percaya kepada Kristus dan memperoleh hidup kekal, ia harus lebih dulu mendengar berita Injil dan harus ada orang yang menyampaikan berita Injil kepada orang itu (Roma 10:14). Tugas memberitakan Injil itu diberikan kepada para murid Tuhan Yesus (Markus 16:15) dan selanjutnya diberikan kepada setiap orang percaya (Matius 28:18-20).

Kisah Nabi Yunus adalah cermin bagi sikap orang percaya terhadap tugas memberitakan Injil. Nabi Yunus menolak untuk pergi dan menyampaikan berita penghukuman TUHAN kepada penduduk kota Niniwe. Alasan penolakan ini baru terlihat jelas setelah TUHAN membatalkan--atau menunda--penghukuman terhadap penduduk kota tersebut. Yunus membenci penduduk Niniwe--yaitu bangsa Asyur--karena mereka adalah musuh --yang mengancam--umat Israel. Sebagai seorang nabi, Yunus tahu bahwa Allah itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, sehingga Allah akan mudah tersentuh dan memaafkan bila penduduk Niniwe yang jahat itu bertobat dan memohon pengampunan Allah (4:2).

Sayangnya, gereja justru sering meniru sikap Nabi Yunus dan menghitung untung rugi saat hendak memberitakan Injil. Hati Allah yang penuh kasih dan rindu untuk menyelamatkan orang berdosa seharusnya menjadi hati kita juga. Apakah Anda dan gereja Anda sudah memiliki hati mengasihi--seperti hati Allah--sehingga Anda dan gereja Anda berani rugi untuk menjalankan misi memberitakan Injil?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design