Mazmur 24

Raja Kemuliaan

24 September 2023
GI Jokhana

Apa yang diharapkan TUHAN dari kita? Bagaimana kita harus hidup untuk menyenangkan Dia agar kita bisa hidup bersama-Nya? Siapa yang dapat datang ke hadapan TUHAN? Orang seperti apa yang akan diakui TUHAN? Mazmur 24 memberi jawaban. Pertama, yang bisa datang ke hadapan TUHAN adalah orang yang memiliki "tangan yang bersih" (24:4). Hal ini menyangkut perbuatan. Kita tidak dapat datang ke hadapan TUHAN dengan tangan yang ternoda oleh kesalahan kita. Kedua, yang bisa datang ke hadapan TUHAN adalah orang yang memiliki "hati yang murni" (24:4). Bersih di luar saja tidak cukup! Kita juga harus bersih di dalam. Pikiran dan niat serta motif kita harus murni. Ketiga, yang bisa datang ke hadapan TUHAN adalah orang yang tidak menyerahkan diri pada apa yang semu atau palsu (24:4). Ungkapan "menyerahkan diri" pada dasarnya berarti memercayai sesuatu. Menyerahkan diri kepada apa yang semu atau palsu berarti memercayai kebohongan. Kita berbohong agar mendapat apa yang kita inginkan. Jika kita berbohong, sadarilah bahwa kebohongan dimulai dari hati. Kita menyembah kepalsuan dengan cara memaklumkan kebohongan demi mendapat sesuatu bagi diri kita. Keempat, yang bisa datang ke hadapan TUHAN adalah orang yang tidak bersumpah palsu (24:4). Ini mulai dari hati (butir ketiga) ke ucapan kita. Ucapan kita termasuk kata-kata yang kita ucapkan maupun kata-kata yang tertulis.

Jelas bahwa TUHAN menuntut semua kualitas kemurnian dan kebenaran. bagi mereka yang memasuki tempat kudus-Nya. Kekudusan dan kesempurnaan moral Allah menuntut agar umat-Nya hidup dalam kekudusan dan menghampiri-Nya secara pantas. Relasi dengan Allah dibangun dalam kemurnian umat-Nya. Anggota umat TUHAN yang mengejar kemurnian dan kekudusan hidup "akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah Penyelamatnya" (24:5).

Mazmur 24 berakhir dengan fokus penyambutan Raja Kemuliaan. Para imam akan menyanyikan pujian ini bersama dengan umat secara bersahutan. Dari dalam pintu gerbang Bait Suci, para imam akan berseru, "Siapakah Raja Kemuliaan itu?" Dari luar pintu gerbang, umat TUHAN merespons, "TUHAN, gagah dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!" Demikian sebaliknya (24:7-10). Saat pintu gerbang dibuka, ini menggambarkan kerinduan umat TUHAN untuk merasakan hadirat Allah di antara mereka. Mesias adalah Raja Kemuliaan yang menang dan duduk di atas takhta. Ia akan memerintah untuk selamanya (Wahyu 19:11-21). Apakah Anda merindukan kehadiran-Nya dalam hidup Anda dan rindu berjumpa dengan-Nya kelak dalam kekekalan?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design