Mazmur 22

Tidak Ditinggalkan

22 September 2023
GI Jokhana

Mazmur ini dimulai dengan sebuah adegan yang mengganggu, yaitu ada seseorang yang mengenal dan memercayai TUHAN, namun ditinggalkan dalam keadaan sengsara dan tidak ada yang menolong. TUHAN diam dan musuh-musuh mengejeknya. Pemazmur merasa putus asa dan kehilangan semua kekuatannya. Namun, saat menghadapi penderitaan, Pemazmur kembali mengalihkan matanya kepada TUHAN. Ia berseru kepada Tuhan dalam doa, dan ia percaya bahwa TUHAN akan menolongnya. Mazmur ini membawa kita dari penderitaan yang hebat kepada sukacita yang besar di dalam TUHAN.

Mazmur Daud mengungkapkan banyak contoh dalam kehidupan Daud dalam bentuk puisi yang begitu pedih dan menyakitkan. Sebelum dan sesudah menduduki takhta Israel, Daud hidup dalam bahaya dan kekurangan. Dalam mazmur 22, Daud menggambarkan keterpurukannya. Ia seperti ulat yang dicela dan dihina orang (22:7-9). Musuh-musuh yang sangat kuat--seperti gerombolan lembu jantan, banteng, dan anjing--mengepungnya dan siap menerkam seperti singa (22:13-14, 17). Impitan musuh membuatnya lemah secara fisik dan mental: ia seperti air yang tercurah, sendi tulangnya terlepas, hatinya hancur luluh seperti lilin, kekuatannya mengering seperti beling, lidahnya melekat dan tidak sanggup berkata-kata, bahkan merasa seperti orang yang mau mati (22: 15-16). Daud hidup dalam keadaan terpuruk. Siapa pun bisa berada dalam situasi hidup seperti itu. Namun, dengan iman, Daud memandang TUHAN sebagai penolong dan penopang hidupnya, sehingga ia bisa kembali bersyukur dan memuji TUHAN (22:20-32).

Tuhan Yesus mengutip Mazmur 22 saat menderita di kayu salib (Matius 27:46; Markus 15:34). Inilah gambaran rintihan dan penderitaan Anak Manusia yang sangat pedih karena ditinggalkan Allah. Ditinggalkan Allah adalah perasaan dan kondisi yang amat menyedihkan. Tuhan Yesus telah menanggung derita bagi kita saat Ia menerima penghakiman Allah atas dosa-dosa kita. Sekarang, oleh karena Kristus yang bangkit dan menang, Allah berjanji untuk tidak meninggalkan kita (Matius 28:20; Ibrani 13:5). Dalam Kristus, kita bisa meyakini bahwa Allah tidak meninggalkan kita dan mendengar semua seruan doa kita. Janji penyertaan Allah merupakan penopang dan penghiburan terbesar bagi kita saat kita mengalami kesulitan hidup. Apakah hidup Anda sedang terpuruk? Apakah Anda merasa bahwa Allah itu amat jauh? Apakah Anda merasa sedang menanggung beban yang sangat berat seorang diri tanpa ada yang menolong? Berharaplah kepada Allah! Dia akan menolong dan menguatkan Anda!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design