Mazmur 1

Apa yang Akan Membuat Anda Bahagia?

1 September 2023
Pengantar Redaksi untuk GeMA edisi September-Oktober 2023

Salam sejahtera dalam kasih Kristus.

Walaupun kita telah memasuki masa pasca pandemi, dampak pandemi Covid-19 masih terasa. Sebagian di antara kita masih membatasi diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Kebiasaan baru masih dilaksanakan dengan canggung. Pengalaman menghadapi Covid-19 seharusnya menyadarkan kita bahwa pemakaian masker dalam kerumunan, khususnya saat kita merasa kurang sehat, adalah sesuatu yang baik dan diperlukan. Menjaga kebersihan merupakan pembiasaan yang sangat bermanfaat bagi diri kita serta orang-orang di sekitar kita. Menjaga jarak saat kita sakit juga merupakan disiplin yang perlu menjadi kebiasaan agar kita tidak membuat orang-orang di sekitar kita ikut sakit.

Pada edisi ini, pembaca GeMA perlu mulai membiasakan diri dengan pemakaian Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua (TB2) dari Lembaga Alkitab Indonesia. Bila memungkinkan, beli dan pakailah Alkitab TB2 ini. Alkitab TB 2 ini akan membuat pembaca lebih mudah memahami teks Alkitab.

Pada GeMA edisi ini, kita akan bersama-sama membaca bagian pertama kitab Mazmur (pasal 1-41), 12 pasal pertama kitab Yesaya, dan mengikuti renungan khusus dalam rangka memperingati Hari Reformasi. Kitab Mazmur dan kitab Yesaya merupakan kitab yang amat penting bagi umat Kristen. Kitab Mazmur ini penting karena menjadi Kristen itu bukan sekadar melakukan berbagai tuntutan keagamaan, tetapi menjadi Kristen berarti menjalin relasi dengan Allah, dan kitab Mazmur memperlihatkan bagaimana para penulis kitab Mazmur--yang bisa kita sebut sebagai para pemazmur--menjalin relasi dengan Allah. Kitab Yesaya memuat berbagai nubuat yang amat penting menyangkut Yesus Kristus, Sang Mesias itu. Melalui kitab Yesaya, kita akan bisa membaca berbagai nubuat yang terutama menyangkut umat Yehuda pada masa depan yang dekat dan menyangkut Sang Mesias pada masa depan yang lebih jauh. Melalui Renungan Reformasi, kita akan merenungkan kembali beberapa pokok penting dalam reformasi Kristen, serta merenungkan beberapa pokok yang penting bagi gereja pada masa kini.

Kami sungguh bersyukur karena GeMA tetap bisa hadir untuk mendampingi pembacaan Alkitab. Kami tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para penulis dan penerjemah yang telah bekerja keras untuk menyiapkan buku renungan ini. Semoga GeMA tetap menjadi berkat bagi kita semua.





Pengantar Kitab Mazmur
Berjalan dengan Allah

Mazmur berarti "puji-pujian". Kitab Mazmur berfungsi sebagai buku puji-pujian umat Allah dalam ibadah. Koleksi dari 150 puisi di dalamnya mengekspresikan berbagai macam pengalaman serta emosi penulisnya, seperti: kasih dan pemujaan kepada Allah, ucapan syukur atas pemeliharaan Allah, kecintaan terhadap firman Allah, seruan meminta pertolongan kepada Allah dalam keadaan putus asa, pergumulan dalam ketakutan dan keraguan, dukacita karena dosa, maupun keyakinan terhadap tujuan Allah atas dunia ini. Allah memberikan ruang kepada umat-Nya untuk membawa dan mengekspresikan berbagai pengalaman dan emosi mereka di hadapan-Nya. Namun, kitab Mazmur bukan hanya sekadar ungkapan emosi kepada TUHAN. Kitab Mazmur berisi nilai-nilai teologis yang penting dalam Perjanjian Lama--seperti monoteisme, penciptaan, kejatuhan, pemilihan dan kovenan--serta deklarasi iman yang kuat kepada Allah. Ungkapan perasaan Raja Daud dan para pemazmur lainnya mencerminkan persahabatan dengan Allah yang bersifat dinamis, kuat, dan mengubah hidup. Kitab Mazmur mengajarkan bahwa Allah ingin agar kita berkomunikasi secara tulus untuk menjalin relasi yang intim dengan Dia.

Kita perlu mensyukuri kitab Mazmur sebagai salah satu harta terbesar bagi umat Allah. Tokoh-tokoh Perjanjian Baru yang pernah menggunakan mazmur antara lain adalah Tuhan Yesus. Ia mungkin menyanyikan Mazmur 115-118 bersama murid-murid-Nya pada malam perjamuan Paskah (Matius 26:30). Ketika Rasul Petrus dan Rasul Yohanes diselamatkan dari kurungan penjara, jemaat berseru kepada TUHAN dengan mengutip Mazmur 2 (Kisah Para Rasul 4:23-26). Rasul Paulus juga meminta orang Kristen agar berbicara satu sama lain dalam mazmur, kidung puji-pujian, dan nyanyian rohani (Efesus 5:19).

Mazmur juga sangat menonjol pada waktu reformasi gereja di tahun 1500-an. Sebelum Martin Luther memakukan 95 tesisnya ke pintu gereja Wittenberg, dia telah mengajar Kitab Mazmur selama lebih dari dua tahun. Penafsiran mazmurnya yang berpusat pada Kristus membantu membentuk doktrin Reformasi. Para reformator memperkenalkan nyanyian jemaat yang sebagian besar didasarkan pada Kitab Mazmur. Kita berhutang banyak kepada Kitab Mazmur untuk ibadah dan teologi kita sebagai jemaat Protestan.

Membaca Kitab Mazmur menolong kita untuk memfokuskan diri kepada Allah dan menghargai karya-Nya di tengah kehidupan kita. Mari nikmati perjalanan bersama Allah melalui kitab Mazmur! [GI Jokhana]





Renungan GeMA 1 September 2023
Apa yang Akan Membuat Anda Bahagia?

Semua orang ingin bahagia. Namun, apa yang akan bisa membuat Anda benar-benar bahagia? Alkitab mendorong kita untuk mencari kebahagiaan sejati yang bersifat abadi. Mazmur 1:1 mengatakan, "Berbahagialah orang yang ...." atau "Alangkah bahagianya orang ..." (Terjemahan Firman Allah Yang Hidup). Kebahagiaan adalah perasaan sejahtera yang mendalam. Kebahagiaan bukan perasaan dangkal yang datang dan pergi, tetapi rasa sukacita yang mendalam karena bisa menikmati berkat Allah. Bukankah ini yang kita inginkan?

Mazmur 1 menawarkan kebahagiaan yang sejati dan abadi dengan menampilkan beberapa perbedaan antara orang benar dan orang jahat. Pasal ini menjelaskan dua jenis orang yang menjalani jenis kehidupan dengan hasil yang berbeda. Terlihat adanya perbedaan yang mencolok antara berkat bagi orang yang benar dan kemalangan bagi orang yang jahat. Perbedaan ini seharusnya menjadi pertimbangan kita saat memilih cara hidup yang hendak kita jalani. Berkat Allah begitu indah sehingga sewajarnya kita terdorong untuk mencarinya.

Siapakah orang yang diberkati? Pertama, orang yang diberkati adalah orang yang tidak berbuat dosa (1:1). Orang yang berbuat dosa digambarkan secara bertahap tenggelam dalam dosa: dia berjalan, lalu berhenti dan berdiri, dan akhirnya dia duduk. Dia dipengaruhi oleh para pendosa, lalu menyamakan dirinya dengan mereka, dan akhirnya menikmati dosa dengan meniru apa yang mereka lakukan. Apakah Anda terbiasa mendengarkan apa yang dikatakan orang jahat? Apakah Anda mengagumi selebriti yang jauh dari TUHAN? Apakah Anda mendengarkan musik yang mendukung perbuatan dosa? Bila Anda mendengarkan pendosa, Anda akan terdorong untuk meniru mereka. Kedua, orang yang diberkati adalah orang yang mencintai firman TUHAN (1:2). Orang Kristen yang sejati adalah orang yang menyukai firman TUHAN, sehingga ia akan berusaha merenungkan firman TUHAN itu siang dan malam. Langkah pertama yang harus kita ambil adalah bertekun membaca dan mempelajari firman TUHAN, sehingga firman TUHAN itu bisa mempengaruhi cara pikir kita dan mengoreksi serta mengarahkan cara hidup kita. Perhatikan bahwa kata "merenungkan" berarti mempertimbangkan kembali secara mendalam cara pikir dan cara hidup kita berdasarkan firman TUHAN yang kita baca. Proses merenungkan ini bukan hanya berlangsung saat kita membaca firman TUHAN, tetapi harus terus berlanjut saat kita menjalani hidup kita, bahkan sampai saat kita tertidur. Apakah Anda menyukai firman TUHAN dan Anda telah berusaha merenungkan firman TUHAN siang dan malam? [GI Jokhana]

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design