Ayub 4-5

Ujian terhadap Kesalehan

31 Juli 2023
GI Benny Wijaya

Di pasal 1-2, ujian berasal dari Iblis dan istri Ayub. Di pasal-pasal selanjutnya, ujian datang dari para sahabat Ayub yang meyakini keadilan Allah dalam pengertian bahwa orang benar akan diberkati dan orang yang tidak benar akan menderita. Dalam perdebatan babak pertama, para sahabat Ayub berusaha membantu Ayub menemukan apa yang salah dalam hidupnya. Sebagai sahabat, Elifas dan teman-temannya datang menghibur Ayub dengan berkabung selama 7 hari. Mereka berdiam diri saat melihat kondisi Ayub dan mendengar keluhannya. Kemudian, Elifas merespons dengan berkata, "Bukankah takutmu akan Allah yang menjadi sandaranmu, dan kesalehan hidupmu menjadi pengharapanmu?" (4:6, bandingkan dengan 2:9).

Elifas menyimpulkan bahwa keluhan Ayub mencerminkan kekesalan dan keterkejutan terhadap kondisi yang ia alami (4:5). Elifas beranggapan bahwa orang saleh seharusnya tidak kesal atau terkejut saat mengalami penderitaan. Sebenarnya, mengeluh itu tidak salah. Tuhan Yesus pun pernah mengeluh dengan berkata, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku." (Markus 15:34).

Setelah menguraikan penderitaan Ayub (5:4-5), Elifas menyimpulkan bahwa manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya sendiri (5:7). Elifas beranggapan bahwa Ayub menderita karena kesalahannya sendiri. Perkataan Elifas, "berbahagialah manusia yang ditegur Allah" (5:17) menunjukkan bahwa ia menganggap Ayub bersalah sehingga ditegur oleh Allah. Walaupun benar bahwa dosa bisa mengakibatkan penderitaan, tidak berarti bahwa setiap penderitaan merupakan akibat ulah manusia itu sendiri. Pasal 1-2 memperlihatkan bahwa penderitaan Ayub bukan karena ia bersalah, tetapi karena Iblis mencobai Ayub atas izin Allah. Elifas yakin bahwa Allah tidak memercayai siapa pun, baik malaikat maupun manusia (4:18), padahal izin yang diberikan Allah kepada Iblis untuk mencobai Ayub menunjukkan keyakinan Allah bahwa Ayub sanggup menghadapi penderitaan yang disebabkan oleh iblis.

Ayub menderita bukan karena ia tidak saleh atau tidak menaati kehendak Allah. Sebaliknya, orang saleh menderita justru karena ia menjalani hidup yang berbeda dengan dunia yang penuh dengan tipu muslihat iblis. Istri Ayub jatuh kepada jebakan iblis dan akhirnya ia menganjurkan suaminya mengutuki Allah (2:9).

Apakah Anda bersedia menjalani hidup yang saleh dan berbeda dengan tingkah laku dunia yang dipengaruhi oleh Iblis? Bila Anda hidup menderita karena Anda berlaku saleh, ingatlah kepada Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib untuk menebus dosa Anda karena menjalankan kehendak Allah Bapa di Surga!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design