Bilangan 25

Tidak Ada Toleransi untuk Perzinaan

17 Juli 2023
GI Mario Novanno

Sikap TUHAN terhadap dosa perzinaan sangat tegas. Dua kata tertulis secara jelas dalam hukum ketujuh, "Jangan berzina[!]" (Keluaran 20:14, Ulangan 5:18). Hukuman bagi pezina adalah hukuman mati, "Bila seorang laki-laki berzina dengan istri orang lain, berzina dengan istri sesamanya, baik laki-laki maupun perempuan yang berzina itu harus dihukum mati." (Imamat 20:10).

Alkitab menggambarkan hubungan rohani antara Allah dan umat-Nya sebagai hubungan suami istri. Jika TUHAN sedemkian keras menghukum perzinaan secara jasmani, masakan TUHAN bersikap lunak terhadap perzinaan secara rohani? TUHAN ingin menghindarkan bangsa Israel dari dosa zina. Perhatikan baik-baik apa yang terjadi dalam kehidupan Salomo, raja Israel yang sangat jaya di zamannya, "Pada waktu Salomo sudah tua, istri-istrinya itu mencondongkan hatinya kepada ilah-ilah lain, sehingga hatinya tidak sepenuhnya setia kepada TUHAN, Allahnya, ...." (1 Raja-raja 11:4 TB2, lihat juga 11:2). Jauh-jauh hari sebelumnya, TUHAN memperingatkan, "Jangan sampai engkau mengikat perjanjian dengan penduduk negeri itu. Sebab, ketika mereka berzina dengan mengikuti ilah-ilah mereka dan mempersembahkan kurban kepada ilah-ilah mereka itu, mereka akan mengundangmu dan engkau akan ikut makan kurban sembelihan mereka. Juga ketika engkau mengambil anak perempuan mereka menjadi istri anakmu laki-laki, anak perempuan mereka akan berzina dengan mengikuti ilah-ilah mereka, mereka akan membujuk anak-anakmu laki-laki untuk berzina dengan mengikuti ilah-ilah mereka." (Keluaran 34:15-16 TB2).

Perzinaan rohani adalah pengkhianatan kepada TUHAN. Tindakan sengaja ini merobek perjanjian yang disahkan dengan meterai paling kuat, yaitu darah Kristus sendiri. TUHAN tidak pernah bersikap toleran kepada mereka yang terang-terangan memilih untuk menduakan Dia. Murka-Nya menyala-nyala. Hanya dengan menggantung dan ‘memamerkan’ mereka di tempat umum, murka TUHAN reda (Bilangan 25:4). Musa juga tegas, "Baiklah masing-masing kamu membunuh orang-orangnya yang telah berpasangan dengan Baal-Peor." (25:5). Demikian juga dengan Pinehas yang mengerti pahitnya hati TUHAN. Ia mengambil tombak, mengejar Zimri (salah satu pemimpin suku Simeon) dan Kozbi (anak salah satu pemimpin di Midian), dan menikam mereka berdua (25:6-8, 14-15). Pornografi, masturbasi, fantasi seksual, saat ini dianggap hal yang biasa, tidak tabu. Akan tetapi, sadarilah bahwa hal-hal itu seperti ‘menikahkan’ diri dengan dosa. Jangan lecehkan "pernikahan" kita dengan Anak Domba Allah yang cinta-Nya kepada kita tidak tergantikan. Apakah Anda telah mewaspadai godaan-godaan seksual di atas?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design