Bilangan 16

Menghadapi Orang yang Iri

9 Juli 2023
GI Mario Novanno

Korah berasal dari suku Lewi, yaitu suku yang dikhususkan untuk melayani TUHAN dan bertanggung jawab terhadap Kemah Pertemuan atau Kemah Suci (16:8-11, sedangkan Datan, Abiram, dan On berasal dari suku Ruben (16:1). Ruben adalah anak sulung Yakub atau Israel yang menjadi tidak dihargai karena telah berzina dengan ibu tirinya (Kejadian 49:3-4; 35:22). Dengan latar belakang seperti ini, apakah merupakan suatu kebetulan jika Korah, Datan, Abiram, dan On bersekongkol untuk memberontak melawan Musa? Besar kemungkinan, mereka beranggapan bahwa diri mereka layak memimpin, atau minimal setara dengan Musa. Secara gamblang, perasaan ingin berkuasa dapat kita anggap sebagai dosa iri hati karena menginginkan posisi orang lain. Jika tidak dibereskan, dosa akan menemukan jalannya secara sistemis untuk menjadi lebih luas dan terorganisasi, serta menghasilkan dampak yang bersifat destruktif atau merusak. Mereka memprovokasi 250 orang--yaitu para pemimpin umat yang sangat terpandang atau merupakan orang-orang kenamaan--untuk memberontak. Pemberontakan ini merupakan pemberontakan kedua.

Pemberontakan pertama terjadi saat Miryam dan Harun--saudara-saudara kandung Musa--memberontak terhadap kepemimpinan Musa (pasal 12). Melalui dua pemberontakan ini, kualitas karakter Musa--sebagai pemimpin--diuji.

Seperti kebanyakan pemimpin, Musa bergeming (tidak bergerak) saat menghadapi situasi yang pelik. Berbeda dengan kebanyakan pemimpin, Musa tidak menganggap pemberontakan itu sebagai bersifat personal atau bersifat pribadi. Musa tidak baper (terbawa perasaan), sehingga ia tidak bertindak impulsif (cepat merespons) walaupun ia memegang kuasa untuk menghakimi dan menghukum. Musa tidak langsung membentuk komisi independen atau panitia khusus yang sebenarnya bisa dipandang sebagai persekongkolan baru untuk menghancurkan kekuatan musuh. Sebaliknya, Musa merendahkan diri di hadapan TUHAN (sujudlah ia, 16:4), membiarkan TUHAN memutuskan (16:5-7, 16-19), dan meminta TUHAN membalas persekongkolan jahat musuhnya (16:15, 23-35). Bahkan, Musa berdoa memohon kemurahan TUHAN supaya hukuman TUHAN hanya menimpa orang yang bersalah, tidak menimpa seluruh umat Israel (16:22, 46).

Saat berhadapan dengan orang-orang yang merasa iri hati terhadap diri kita, sehingga mereka menciptakan situasi yang merugikan dan merusak reputasi kita, emosi kita mudah mengambil alih pikiran yang jernih. Bila Anda berada dalam situasi seperti itu, apakah Anda selalu berusaha mengendalikan emosi agar tidak bersikap impulsif? Marilah kita meniru sikap Musa yang memilih untuk tetap bersandar pada TUHAN!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design