Bilangan 11

Mencukupkan Diri dan Bersyukur

4 Juli 2023
GI Mario Novanno

Setiap pagi, saat bangsa Israel membuka pintu kemah, mereka pasti menyaksikan keajaiban. Ada manna yang putih dan halus meliputi tanah perkemahan mereka. TUHAN menyediakan makanan yang disebut manna di tengah keterbatasan persediaan makanan di padang gurun yang gersang. Akan tetapi, mereka segera menginginkan lebih dari sekadar manna yang membosankan itu. Mereka mengutarakan berbagai alasan, "Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih"; "...sekarang kita kurus kering..." (11:5-6). Mereka lupa bahwa cambuk brutal perbudakan di Mesir adalah harga yang harus mereka bayar untuk makanan itu. Mereka merasa berhak memiliki makanan lebih banyak dan lebih lezat, sesuai dengan selera mereka. Mereka melupakan apa yang telah mereka miliki. Mereka menuntut daging dan berhenti percaya bahwa Tuhan memelihara mereka. "Siapa yang akan memberi kita daging untuk dimakan?" Mereka mengeluh kepada Musa, padahal sebenarnya mereka dapat meminta tanpa mengeluh kepada TUHAN yang Mahakuasa. Akhirnya, Tuhan memberi mereka apa yang mereka minta, tetapi mereka harus membayar mahal karena wabah menyerang perekemahan (11:31-34).

Ada dua hal yang dapat kita pelajari dari peristiwa ini. Pertama, ketidakpuasan muncul saat perhatian kita beralih dari apa yang kita miliki ke apa yang tidak kita miliki. Bangsa Israel mengabaikan apa yang Tuhan lakukan bagi mereka--membebaskan mereka, menjadikan mereka bangsa pilihan, memberi tanah baru--karena perhatian mereka tertuju pada apa yang Tuhan tidak lakukan bagi mereka. Melihat terus ke sekitar kita akan membuat kita mengasihani diri (membandingkan diri dengan milik orang lain yang tidak kita miliki). Menengadahlah ke atas kepada Sang Pemberi berkat, dan tiliklah ke dalam diri sendiri: untuk menikmati Roti hidup--Sang Berkat terbesar--yang sudah tinggal dalam diri kita. Pikirkanlah: Apa yang paling menyita perhatian Anda? Apakah Anda selalu bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada diri Anda? Apakah Anda justru selalu memikirkan apa yang ingin Anda miliki? Jangan biarkan keinginan Anda yang tidak atau belum terpenuhi membuat Anda melupakan pemberian hidup kekal, makanan, kesehatan, pekerjaan, dan persahabatan yang berasal dari Tuhan!

Kedua, bila kita meminta sesuatu kepada Tuhan, Dia mungkin mengabulkan permintaan kita. Akan tetapi, jika kita medekati Dia dengan sikap berdosa, kita bisa saja mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi harganya bisa sangat mahal dan merugikan diri kita. Apakah Anda sudah mencukupkan diri dan selalu bersyukur?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design