Bilangan 3

TUHAN yang Kudus, TUHAN yang Berdaulat

26 Juni 2023
GI Mario Novanno

TUHAN telah memberikan petunjuk awal di Bilangan 1 tentang kekhususan suku Lewi. Tidak ada penghitungan atau pendaftaran untuk laki-laki Suku Lewi yang sanggup berperang karena TUHAN mempunyai rencana tersendiri bagi mereka. Dalam 1:50-53, telah dijabarkan tugas dan tanggung jawab Suku Lewi terkait dengan Kemah Suci dan segala perabotan dan kelengkapannya, serta tempat mereka berkemah yang menunjukkan peran mereka dalam menjaga kekudusan Kemah Suci yang tidak dapat didekati atau diperlakukan secara sembarangan oleh suku-suku Israel yang lain. Bacaan Alkitab hari ini dimulai dengan catatan penting tentang pelanggaran Nadab dan Abihu terhadap kekudusan TUHAN. Akibatnya, TUHAN menghukum mati Nadab dan Abihu (Imamat 10:1-2) untuk mengingatkan bangsa Israel agar sangat berhati-hati terhadap kekudusan TUHAN dan mengerti bahwa adalah kedaulatan TUHAN untuk menentukan siapa yang Dia minta untuk melayani secara khusus dalam Kemah Suci-Nya.

Ada dua hal yang dapat kita pikirkan bersama terkait hal ini: Pertama, suku Lewi dihindarkan TUHAN dari pertumpahan darah dalam peperangan yang membuat mereka tidak layak melaksanakan pekerjaan jabatan di Kemah Suci. Bandingkan dengan keinginan Raja Daud saat ia ingin mendirikan Bait Suci bagi Allah. Saat itu, Allah berfirman, "Engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab engkau ini seorang prajurit dan telah menumpahkan darah." (1 Tawarikh 28:3). Orang-orang yang melayani TUHAN harus kudus. TUHAN telah menentukan syaratnya! Di tengah zaman yang semakin duniawi ini, Tuhan tidak menurunkan standar kekudusan-Nya! Bagaimana pelayan Tuhan seharusnya merespons kebenaran ini? Kedua, suku Lewi dipilih langsung oleh TUHAN untuk melakukan pekerjaan jabatan yang terkait dengan Kemah Suci. Hal ini seharusnya mengingatkan suku Lewi bahwa mereka adalah suku yang terpilih di hadapan TUHAN. Tidak ada tempat untuk mengeluh, tetapi juga tidak ada tempat untuk menjadi tinggi hati. Pilihan TUHAN pada suku Lewi itu bukan disebabkan karena mereka memiliki keunggulan tertentu dibandingkan suku-suku yang lain. TUHAN hanya berkata, "Sesungguhnya, Aku mengambil orang Lewi dari antara orang Israel ganti semua anak sulung mereka, yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya orang Lewi menjadi kepunyaan-Ku, sebab Akulah yang punya semua anak sulung." (Bilangan 3:12). Kedaulatan TUHAN saja yang membuat orang Lewi dipilih. Tidak ada nasihat, pertimbangan, atau tekanan dari pihak lain. Jadi, pantaskah kita mendebat Tuhan atas pilihan yang telah dijatuhkan-Nya? "Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? (Roma 11:34).

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design