Imamat 25:29-55

Kemurahan Hati

21 Juni 2023
GI Wirawaty Yaputri

Dari manakah dapat diketahui bahwa seseorang takut akan Allah atau tidak dalam hidupnya? Salah satu petunjuk bahwa seseorang memiliki hati yang takut akan Allah adalah dari caranya memperlakukan orang lain, khususnya orang-orang yang lebih "kecil" dari dirinya. Di dalam bacaan Alkitab hari ini, Allah memerintahkan agar orang Israel tidak mengambil riba atau bunga uang dari orang yang miskin, yaitu sesama orang Israel yang sedemikian miskin hingga tidak sanggup bertahan hidup (25:35-36). Perintah ini diulang lagi di ayat 37, dan di ayat 39 terdapat perintah tambahan untuk tidak memperbudak orang miskin itu. Dalam perintah ini, Allah memberi alasan mengapa mereka tidak boleh mengambil keuntungan dari sesama orang Israel yang miskin, yaitu bahwa mereka harus takut akan Allah serta mengingat bahwa mereka telah dibebaskan dari perbudakan oleh tangan Allah. Perlakuan kita terhadap orang lain--khususnya mereka yang lemah, miskin, dan tidak berdaya--menunjukkan apakah kita ini takut akan Allah atau tidak. Jika kita takut akan Allah, kita tidak akan berani menindas orang yang lemah, mengambil keuntungan dari orang yang sangat miskin, atau mencemooh orang yang terbuang, karena kita tahu bahwa ada Allah di atas kita yang melihat sikap kita terhadap orang lain. Prinsip yang harus kita ingat adalah bahwa kita yang telah mendapatkan anugerah atau belas kasihan harus memberikan anugerah atau belas kasihan kepada orang lain. Tuhan Yesus pernah mengajarkan hal ini melalui perumpaan tentang seorang raja yang membebaskan hutang seorang hamba, namun sang hamba tidak mau membebaskan hutang hamba lain yang berhutang jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan hutangnya kepada sang raja (Matius 18:21-35). Orang yang sadar bahwa ia telah beroleh kemurahan Allah akan bermurah hati terhadap orang lain. Bila ia tidak mau bermurah hati, melainkan bersikap kejam, ia telah bersikap tidak menghormati Allah yang telah bermurah hati kepadanya.

Bagaimana dengan riba atau bunga uang di zaman sekarang? Apakah Bank yang membungakan uang pinjaman bertentangan dengan firman Tuhan? Tidak! Bank meminjamkan uang dengan tujuan bisnis atau ekonomi. Bank yang baik hanya akan memberi pinjaman kepada mereka yang mampu mengembalikan. Pada masa kini, meminjamkan uang dengan bunga tinggi pada orang yang tidak mampu membayar merupakan bisnis ilegal. Khusus untuk kita yang memberi pinjaman uang kepada orang lain secara pribadi, kita harus mengingat prinsip firman Tuhan tentang belas kasihan dan kemurahan hati. Janganlah memeras orang yang sedang jatuh miskin, tetapi usahakanlah untuk membantu sesuai dengan kemampuan kita. Apakah Anda telah berlaku murah hati terhadap sesama yang sedang mengalami kesusahan?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design