Matius 27:32-56

Kristus Mati bagi Kita

7 April 2023
GI Purnama

Salib adalah simbol kutuk. Orang yang disalibkan adalah orang yang dikutuk oleh Allah (Ulangan 21:23; Galatia 3:13). Akan tetapi, penyaliban Kristus memiliki makna khusus karena Kristus tidak berdosa. Dia disalibkan bukan karena dia melakukan dosa atau kesalahan. Dia disalibkan karena Dia menempati posisi manusia berdosa yang menerima hukuman Allah. Oleh karena itu, salib Kristus juga menunjuk pada kemuliaan Kristus. Di kayu salib, Anak Manusia--yaitu Yesus Kristus--dimuliakan (bandingkan dengan Yohanes 13:31). Ketaatan Kristus untuk menjalani misi penyelamatan orang berdosa sampai Ia mati di kayu salib membuat Ia ditinggikan (Filipi 2:8-9).

Rencana penyelamatan Allah melalui penderitaan Kristus adalah sesuatu yang melampaui kemampuan manusia untuk memperkirakan. Pilatus--yang sadar bahwa Yesus Kristus tidak berdosa--menyuruh para prajuritnya menyiksa Tuhan Yesus dan memasang mahkota duri di kepala-Nya dengan maksud meredam emosi massa (Yohanes 19:1-5), tetapi orang Yahudi tetap menuntut agar Yesus Kristus disalibkan. (Matius 27:19-23). Tanpa sadar, Pilatus seperti berusaha membelokkan pelaksanaan rencana Allah, dan Pilatus gagal. Rencana Allah untuk menyelamatkan manusia berdosa--sebagaimana yang telah disampaikan dalam Perjanjian Lama--tidak mungkin gagal! Banyaknya kutipan Perjanjian Lama dalam riwayat kesengsaraan Yesus Kristus menunjukkan bahwa hal kesengsaraan Tuhan Yesus itu sesuai dengan rencana Allah.

Kesengsaraan fisik yang diakibatkan oleh kelelahan dan siksaan serta kesengsaraan mental karena ejekan dan pengkhianatan bukanlah puncak penderitaan Yesus Kristus. Penderitaan Kristus memuncak saat Ia ditinggalkan oleh Allah Bapa dan Ia berseru, "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (27:46). Ia tidak pernah mengeluh saat menghadapi siksaan, tetapi Ia berteriak saat ditinggalkan oleh Allah Bapa-Nya. Saat itu, Ia menempatkan diri di posisi manusia berdosa, sehingga Allah menjadi jijik dan memalingkan wajah-Nya. Oleh karena itu, saat Allah memandang orang berdosa yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamatnya, dosa orang itu seolah-olah ditutupi oleh darah Kristus yang telah dicurahkan di Bukit Golgota.

Tahukah Anda bahwa saat Anda membaca tentang kesengsaraan Kristus, seharusnya kita-lah yang menerima hukuman Allah? Apakah Anda telah mengucap syukur atas anugerah keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus dan apakah Anda telah membalas kasih Kristus yang besar itu dengan hidup menurut kehendak-Nya?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design