Matius 6:1-18

Praktik Keagamaan Anak -anak Allah

10 Maret 2023
GI Purnama

Banyak orang menyangka bahwa praktik keagamaan yang dituntut Allah hanya menyangkut perkataan yang didengar dan tindakan yang dilihat oleh banyak orang, padahal semua tuntutan Allah itu terutama menyangkut hati. Bila kita memberi sedekah atau berdoa atau berpuasa, janganlah pemberian, doa, dan puasa kita dengan sengaja dipamerkan supaya kita mendapat pujian. Sebaliknya, saat menjalankan praktik keagamaan, kita harus menjaga ketulusan dan kerendahhatian. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa praktik keagamaan yang dipamerkan kepada banyak orang tidak akan dihargai Allah karena praktik keagamaan seperti itu telah diganjar dengan upah berupa pujian orang. Praktik keagamaan yang benar adalah yang hanya ditujukan untuk memuliakan Allah, bukan supaya diri kita mendapat pujian.

Salah satu praktik keagamaan yang sangat penting adalah doa. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita bisa menemukan berbagai petunjuk tentang doa: Pertama, ingatlah bahwa doa itu menyangkut hubungan dengan Tuhan. Bila kita berdoa di tempat yang strategis supaya dilihat banyak orang, doa kita mungkin akan dipuji oleh banyak orang, tetapi doa kita tidak akan dihargai Tuhan (6:5-6), Kedua, doa yang panjang dengan kata-kata yang indah dan puitis tidak akan membuat doa kita lebih didengar oleh Tuhan (6:7-8). Ketiga, yang paling penting dalam sebuah doa adalah bahwa doa kita itu harus memuliakan Allah, bukan meninggikan diri sendiri (6:9,13b). Keempat, doa tidak boleh menjadi sarana untuk memaksa Tuhan mewujudkan keinginan kita, melainkan menjadi ungkapan tekad untuk ikut melaksanakan rencana Tuhan melalui hidup kita (6:10). Kelima, doa merupakan sarana untuk mengungkapkan kebergantungan kita kepada Tuhan (6:11). Keenam, melalui doa, kita harus mengaku dosa serta memohon pengampunan serta mengungkapkan kesediaan untuk memaafkan orang yang bersalah terhadap diri kita (6:12,14-15). Ketujuh, melalui doa, kita bisa memohon perlindungan Tuhan dari godaan Iblis (6:13).

Banyak orang yang amat mementingkan penampilan dalam praktik keagamaan mereka, padahal Tuhan amat mementingkan ketulusan hati, Salah satu ciri bahwa seseorang amat mementingkan penampilan adalah adanya rasa bangga yang muncul karena menganggap dirinya telah berjasa terhadap gereja, bahkan telah berjasa terhadap Tuhan. Periksalah diri Anda: Apakah semua praktik keagamaan Anda--termasuk ibadah dan doa Anda--benar-benar dilakukan dengan tulus dan dimaksudkan untuk memuliakan Allah, bukan supaya diri Anda mendapat pujian? Apakah praktik keagamaan Anda memperlihatkan bahwa Anda menggantungkan hidup Anda pada Allah?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design