Matius 5:21-30

Ketaatan yang Berasal dari dalam Hati

7 Maret 2023
GI Purnama
Ketaatan yang dituntut Allah bukan hanya ketaatan yang tampak dari luar, tetapi ketaatan yang muncul dari dalam hati. Allah bukan hanya melarang pembunuhan, tetapi Allah menginginkan agar umat-Nya menghilangkan rasa marah yang umumnya terungkap melalui kata-kata kasar atau makian. Agar bisa menghindari kemarahan, yang harus dilakukan lebih dahulu adalah membereskan masalah. Membiarkan masalah tanpa diselesaikan adalah sumber munculnya kebencian yang selanjutnya akan meluap menjadi kemarahan. Perdamaian hanya bisa tercapai bila ada kemauan dari dua belah pihak. Akan tetapi, bila salah satu pihak secara tulus mengambil inisiatif untuk berdamai, perdamaian akan sangat mungkin terwujud. Tanggung jawab anak-anak Allah adalah mengambil inisiatif untuk berdamai. Rasul Paulus memberikan nasihat, "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!" (Roma 12:17-18).

Perzinaan muncul bila seseorang menginginkan hubungan seks dengan lawan jenis yang bukan istri atau suaminya. Allah bukan hanya menghendaki agar kita tidak berzina, tetapi Ia juga menghendaki agar kita mengendalikan pikiran kita, sehingga kita tidak menginginkan perbuatan zina. Bagi orang yang sudah menikah, landasan untuk mengendalikan pikiran adalah kesetiaan terhadap istri atau suami kita. Tindakan selalu diawali dengan aktivitas pikiran. Bila kita selalu melawan keinginan kotor yang ingin menguasai pikiran kita, kita akan lebih mudah menghindari terjadinya perzinaan. Alkitab berulang-ulang memakai hubungan di antara suami dan istri sebagai gambaran tentang hubungan antara Allah dengan umat-Nya. Allah selalu bersikap setia terhadap umat-Nya. Oleh karena itu, sudah sewajarnya bila manusia juga merespons dengan bersikap setia kepada Allah. Kesetiaan ini seharusnya bukan sesuatu yang dipaksakan, tetapi muncul secara otomatis karena kita mengasihi Allah.

Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan bahwa Allah menghendaki agar kerohanian kita bukan hanya berwujud tindakan yang bisa dilihat, melainkan berupa perubahan cara berpikir yang terwujud dalam tindakan. Rasul Paulus mengatakan, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2). Apakah Anda sudah mengalami perubahan cara berpikir yang semestinya terjadi pada setiap orang yang telah dilahirkan kembali?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design