Keluaran 6:1-7:13

Memercayai TUHAN

25 Februari 2023
Pdt. Sumito Sung

TUHAN berjanji melakukan tiga hal kepada orang Israel. Pertama, TUHAN akan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir (6:5). TUHAN mengomunikasikan hal ini dengan memakai kata "membebaskan," "melepaskan," dan "menebus" untuk menunjukkan kelengkapan pembebasan mereka. Kedua, TUHAN akan mengadopsi orang Israel menjadi umat-Nya (6:6). Ketiga, TUHAN akan membawa orang Israel ke Tanah Perjanjian (6:7). Perhatikan pengulangan frasa "Aku akan" sebanyak lima kali dalam ayat-ayat ini (6:5-7), yang menekankan fakta bahwa TUHAN pasti akan melakukan ini untuk Israel. Kepastian janji TUHAN ini ditekankan juga dalam pernyataan "Akulah TUHAN" sebanyak tiga kali (6:5-7).

Ketika Musa menyampaikan firman TUHAN ini kepada orang-orang Israel, mereka tidak mau mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat (6:8). Mereka tidak mau mendengar apa-apa lagi tentang TUHAN dan janji-janji-Nya karena pada waktu terakhir kali mereka mendengarkan Musa, keadaan mereka menjadi lebih buruk. Pikirkan situasi ini, betapa beratnya hati Musa untuk menyampaikan firman TUHAN kepada Firaun ketika umat TUHAN sendiri tidak mau mendengarkan dia. Musa mengeluh, bagaimana mungkin Firaun mau mendengarkan dia? (6:9-11). Jika Anda menjadi Musa, apa yang akan Anda lakukan?

TUHAN kemudian berkata kepada Musa bahwa Dia mengangkat Musa sebagai Allah bagi Firaun (7:1). Dengan kata lain, Musa akan menjadi orang yang paling berkuasa yang patut didengarkan. Firaun sendiri dianggap atau menganggap dirinya sebagai allah, sehingga ia tidak menganggap Musa lebih tinggi dari dirinya. Firaun kemudian meminta Musa dan Harun melakukan mujizat untuk membuktikan otoritas Ilahi mereka karena mereka telah mengeklaim bahwa TUHAN telah mengutus mereka. Hal ini sudah diantisipasi oleh TUHAN: jika Firaun meminta tanda, maka Musa dan Harun harus berbuat seperti yang diperintahkan TUHAN.

TUHAN membuat mukjizat dengan mengubah tongkat Harun menjadi seekor ular. Firaun pun memanggil orang-orang berilmu dan para ahli sihirnya untuk membuat hal yang sama, tetapi tongkat Harun menelan tongkat para pegawai Firaun. Namun, Firaun mengeraskan hati. Meskipun mujizat dapat menolong kita untuk memercayai TUHAN, namun kita tidak boleh menyandarkan iman kita pada mujizat. Iblis juga dapat meniru beberapa pekerjaan TUHAN untuk menyesatkan manusia. Bagaimana cara Anda untuk menghindari tipu daya Iblis? Apa yang menjadi sandaran iman Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design