Minggu, 23 November 2014

Jembatan Kasih Karunia

23 November 2014
Minggu, 23 November 2014

Bacaan Alkitab hari ini: Kisah Para Rasul 9

Banyak sekali anak Tuhan yang melayani di belakang layar. Namun, peran mereka sangat berarti dalam kerajaan Allah. Salah seorang yang seperti itu adalah Ananias. Ia adalah seorang murid Tuhan yang tinggal di Damsyik. Ketika Tuhan dengan jelas memanggilnya untuk suatu tugas khusus, secara manusiawi, Ananias sempat diliputi ketakutan dan kekuatiran. Namun, indah sekali bahwa Lukas—penulis Kisah Para Rasul—mencatat, “lalu pergilah Ananias” (9:17).

Seringkali, ketika Allah memberi perintah dan menyatakan rencana-Nya, adakalanya perintah itu penuh dengan misteri dan risiko. Hal ini juga berlaku dalam hal tugas Ananias untuk melayani Saulus—seorang pembunuh yang baru bertobat. Ananias membaptis dan menguatkan Paulus sebelum Paulus masuk dalam pelayanan untuk orang-orang non-Yahudi. Di dalam ketaatannya, Ananias menjalankan perintah Tuhan dan ia dipakai menjadi berkat bagi seorang percaya baru. Dengan kasih, Ananias memanggil Saulus dengan sebutan “saudaraku”. Ananias diberi sebuah cara pandang baru oleh Tuhan sendiri bahwa Paulus adalah saudara seiman yang perlu dikasihi dan dilayani. Jikalau saat ini, Allah mempercayakan jiwa-jiwa baru untuk dilayani, berapa banyak orang di antara kita yang akan dengan kasih membimbing dan menguatkan mereka? Mungkin, di antara mereka ada orang-orang yang masa lalunya gelap. Namun, Allah rindu agar kita, dengan kasih Kristus, menerima mereka sebagai saudara seiman yang beroleh penebusan yang sama dengan kita oleh darah-Nya. Relakah kita dipakai sebagai jembatan kasih karunia Allah? [LS]

Roma 15:7

“sebab itu terimalah satu akan yang lain,
sama seperti Kristus juga telah menerima kita,
untuk kemuliaan Allah.”
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design