Nehemia 6-7

Hidup yang Berpusat pada Allah

14 November 2022
GI Benny Wijaya

Setelah gagal menghambat pekerjaan pembangunan tembok Yerusalem dengan cara mengolok-olok, musuh-musuh bangsa Yehuda terus berusaha menggagalkan pembangunan itu dengan cara mencelakai sang pemimpin, yaitu Nehemia. Mereka melakukan berbagai usaha: mengundang Nehemia, mengirim utusan untuk menyampaikan adanya berita yang dapat membuat Nehemia dihukum mati, menyuap teman Nehemia untuk bernubuat palsu bahwa Nehemia akan dibunuh. Mereka berpikir: jika Nehemia terbunuh atau ketakutan, bangsa Yehuda akan kocar kacir sehingga pembangunan akan berhenti. Namun hal ini ternyata tidak membuat Nehemia gentar.

Bagaimana Nehemia mengatasi masalah itu? Perhatikan bahwa Nehemia tetap memusatkan perhatiannya pada kehendak Allah, bukan pada dirinya sendiri. Tujuannya adalah agar orang-orang bisa melihat bahwa misinya berhasil karena bantuan Allah, bukan karena dirinya hebat (6:16). Saat mencatat silsilah, Nehemia sadar bahwa Allah-lah yang memberikan rencana dalam hatinya untuk mencatat silsilah (7:5). Nehemia mengutarakan adanya peranan Allah dalam perencanaan pencatatan silsilah tersebut karena hidupnya berpusat pada Allah, bukan pada dirinya sendiri. Kehidupan yang berpusat kepada Allah membuat Nehemia dapat membedakan mana hal yang penting yang harus dia lakukan dan mana hal yang sebenarnya tidak penting dan hanya menjadi pengalih perhatian dari hal yang benar-benar penting. Kepekaan untuk membedakan mana yang benar-benar penting dan mana yang sebenarnya tidak penting memerlukan hikmat dari Tuhan. Kepekaan itulah yang Nehemia miliki dalam memilih pemimpin (7:2).

Dalam era informasi digital saat ini, banyak hal yang bisa dipakai iblis untuk mengganggu kita dalam melaksanakan pekerjaan Allah, termasuk penggunaan nubuat yang seolah-olah berasal dari Allah, padahal kadang-kadang "nubuat" hanya tipu muslihat yang dipakai Iblis untuk mengalihkan perhatian kita dari hal yang lebih penting. Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk meniru Nehemia yang berusaha untuk selalu mencari kehendak Allah dan melakukannya, atau Anda membiarkan perhatian Anda teralih kepada hal-hal yang hanya tampak penting, tetapi sesungguhnya merupakan sarana tipu muslihat iblis untuk mengalihkan perhatian Anda dari hal yang lebih penting? Apa yang hendak Anda lakukan agar Anda bisa memusatkan perhatian Anda kepada kehendak Allah?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design