Yohanes 4:1-42

Alat yang Tidak Layak

13 Maret 2022
GI Purnama

PKisah perempuan Samaria dalam bacaan Alkitab hari ini merupakan kisah yang mengejutkan! Perhatikan betapa berdosanya perempuan itu: Dia sudah menikah lima kali, dan saat itu, dia hidup bersama dengan pria yang bukan suaminya. Coba kita bertanya kepada diri kita sendiri, "Apakah perempuan Samaria ini pantas untuk dikasihi?" Akan tetapi, setelah Anda selesai membaca kisah perempuan Samaria dalam bacaan Alkitab hari ini, bertanyalah kepada diri Anda sekali lagi, "Apakah Yesus Kristus mengasihi perempuan ini?" Sungguh mengejutkan bahwa kepada wanita yang biasanya dianggap sebagai sampah masyarakat ini, Tuhan Yesus memberi banyak waktu untuk berdiskusi dan memperkenalkan Air Hidup (4:10), yaitu keselamatan yang hanya ada di dalam Kristus. Diskusi tersebut menyadarkan perempuan Samaria itu bahwa Yesus adalah Mesias atau Kristus (4:25-26). Perlu diingat bahwa "Mesias" adalah kata dalam bahasa Aram--atau bahasa Ibrani sehari-hari pada zaman Tuhan Yesus--yang merupakan padanan kata dari kata Yunani "Kristus" yang artinya adalah "Yang Diurapi". Yesus Kristus adalah Utusan yang diurapi Allah untuk menjadi Juru Selamat umat manusia. Yang lebih mengejutkan, setelah bertemu dengan Yesus Kristus, perempuan Samaria itu langsung merespons dengan bersaksi tentang pertemuannya dengan Yesus Kristus kepada penduduk kota Samaria! Perlu diingat bahwa statusnya sebagai wanita tuna susila membuat dia harus memiliki tekad yang besar agar berani bersaksi kepada penduduk kota Samaria yang mengetahui latar belakang hidupnya yang bejat!

Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita tentang dua hal penting, yaitu: Pertama, Allah mengasihi setiap orang, termasuk mereka yang dianggap sebagai sampah masyarakat. Kedua, Allah bisa memakai siapa saja untuk menyampaikan kehendak-Nya, termasuk mereka yang dianggap berstatus sosial rendah dalam masyarakat. Kisah perempuan Samaria ini sekaligus menuntut agar kita mengoreksi pemahaman kita tentang orang-orang berstatus sosial rendah dalam masyarakat. Apakah Anda dan gereja Anda bersedia menerima keberadaan orang yang status sosialnya rendah--atau latar belakang hidupnya buruk--tanpa bersikap merendahkan? Setelah memahami bahwa Allah bisa memakai orang yang latar belakangnya buruk untuk menjadi alat-Nya, apakah Anda meyakini bahwa Allah bisa memakai diri Anda juga? Apakah Anda bersedia dipakai menjadi alat di tangan Allah?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design