1 Tawarikh 19

Jangan Menuntut Balas

20 Januari 2022
GI Tommy Chendana

Manusia memiliki kemampuan menilai, menimbang, memutuskan, dan melakukan berbagai macam hal. Demikian juga Raja Daud mempertimbangkan untuk menjalin persahabatan dengan Hanun bin Nahas, raja Amon. Alasan Raja Daud melakukan hal tersebut karena ia dulu pernah menjalin persahabatan dengan ayah Hanun, yaitu Nahas. Memang tidak ada informasi lebih detail mengenai persahabatan mereka. Mungkin Daud mendapat kebaikan dan perlindungan dari Nahas ketika ia lari dari pengejaran Saul.

Ketulusan hati Raja Daud untuk menghormati persahabatannya dengan Raja Nahas ternyata mendapat respons negatif dari para pemuka bani Amon dan Hanun sendiri. Hanun memperlakukan orang-orang utusan Daud dengan semena-mena, ia mencukur janggut mereka dan memotong pakaian mereka sampai pangkal paha. Perbuatan ini secara tidak langsung merupakan penghinaan yang ditujukan pada sang pengutus, yaitu Raja Daud. Pada masa itu, janggut merupakan simbol kedewasaan dan ornamen yang berharga bagi seorang laki-laki. Perbuatan Hanun mencukur janggut dapat diartikan sebagai penghinaan terhadap kejantanan Daud, sedangkan tindakan memotong pakaian merupakan penghinaan yang mempermalukan Daud secara terbuka di muka umum. Ternyata bahwa niat baik Daud tidak dinilai sebagai kebaikan, melainkan direspons dengan kecurigaan yang berlebihan. Akibat perlakuan Hanun, bani Amon harus menanggung kerugian berupa kekalahan yang sangat besar.

Sebenarnya Daud tidak menuntut balas kepada bani Amon atas penghinaan yang ia terima, tetapi bani Amon-lah yang justru menyewa pasukan bangsa Aram untuk menyerang Daud. Daud tidak tinggal diam karena ia harus melindungi kerajaan Israel. Tuhan Yesus mengajar kita untuk mengampuni dan mendoakan orang-orang yang menganiaya kita (Matius 5:44; Lukas 6:27-36). Rasul Paulus juga menasihati agar kita jangan menuntut balas, melainkan kita harus membiarkan Allah yang menjatuhkan hukuman, dan dengan demikian, Allah memberi keadilan kepada kita (Roma 12:19-21; bandingkan dengan Imamat 19:18; 1 Samuel 24:13). Ketika kita berbuat baik pada orang yang berlaku jahat kepada kita, sesungguhnya kita sedang menunjukkan belas kasihan dan kebaikan Allah kepadanya. Saat Anda menerima perlakuan buruk, apakah Anda bersedia menunggu Allah yang menjatuhkan hukuman?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design