1 Tawarikh 12

Kesediaan Menerima Siapa Saja

13 Januari 2022
GI Tommy Chendana

Perjalanan hidup Daud dari seorang gembala sampai menjadi raja atas Isarel diwarnai dengan hal-hal yang membuatnya merasa tidak aman. Oleh karena itu, sangat wajar bila Daud sangat berhati-hati terhadap orang-orang yang ingin bergabung dengannya karena mereka bisa menjadi musuh dalam selimut. Sebenarnya, Daud memiliki sekitar 400 orang yang setia mendampingi dirinya semasa pelariannya dari Saul (1 Samuel 22:1-2). Bahkan, ketika Daud berada di Ziklag, banyak tentara yang tadinya berpihak kepada Raja Saul--seperti tentara suku Benyamin yang sesuku dengan Raja Saul (1 Tawarikh 12:2,16), tentara suku Gad (12:8-15), sebagian tentara suku Yehuda (12:16) dan suku Manasye (12:19-21)--datang kepada Daud untuk menyatakan dukungan (12:1).

Mereka bukan pasukan sembarangan, melainkan pasukan terlatih yang sangat mahir berperang (12:2,14-16). Oleh karena itu, Daud sangat berhati-hati dalam menerima mereka. Ia berkata, "Jika kamu datang kepadaku dengan maksud damai untuk membantu aku, maka aku rela bersekutu dengan kamu, tetapi jika untuk menyerahkan aku dengan tipu muslihat kepada lawanku, sedang aku tidak melakukan kelaliman, maka biarlah Allah nenek moyang kita melihat itu dan menghukum kamu." (12:17). Jelas bahwa Daud adalah seorang pemimpin yang penuh hikmat dan bijaksana. Dia bisa menerima siapa saja yang mau bergabung dengannya tanpa memandang golongan atau suku. Daud hanya menuntut loyalitas mereka terhadap dirinya. Sikap Daud inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk menggabungkan diri dengannya, sehingga disebutkan bahwa banyaknya tentara Daud seperti bala tentara Allah (12:22).

Daud sangat menyadari kemungkinan adanya orang-orang yang merupakan musuh dalam selimut. Namun, Daud memercayai penyertaan Allah terhadap dirinya. Ketika ia terdesak, Allah membukakan jalan keluar. Ketika ia tertindas, Allah memberikan kelegaan. Ketika ia ketakutan, Allah memberikan perlindungan. Walaupun berada dalam situasi sulit, Daud tetap bersedia mengasihi, mengampuni dan menerima mantan musuh-musuhnya. Apa yang dilakukan Daud ini tepat seperti apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dalam khotbah di bukit agar kita mengasihi dan berdoa bagi mereka yang berbuat jahat terhadap diri kita. Apakah Anda sudah berlaku sebagai anak-anak Allah Bapa di sorga yang bersedia mengampuni musuh (Matius 5:44-45)?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design