1 Tawarikh 1

Panorama Foto Keluarga

2 Januari 2022
Pengantar Kitab Tawarikh
Permulaan yang Baru

Keberadaan kaca spion kendaraan sering disepelekan oleh sebagian pengendara, padahal, komponen ini diperlukan untuk melihat kondisi lalu lintas di belakang mobil. Keberadaan kaca spion menghindarkan terjadinya tabrakan saat kendaraan berpindah jalur, membantu manuver saat kendaraan parkir, dan sebagainya. Seperti kaca spion, keberadaan kitab 1-2 Tawarikh juga sering diabaikan karena ada yang menganggap kitab ini sebagai pengulangan dari kitab 1-2 Samuel dan 1-2 Raja-raja. Meskipun demikian, penulis kitab Tawarikh memiliki maksud dan tujuan khusus dalam penulisannya,terutama bagi generasi pasca pembuangan yang baru kembali dari pembuangan di Babel ke tanah Yehuda di bawah kepemimpinan Zerubabel dan Ezra (bandingkan dengan 2 Tawarikh 36:22-23). Kembali ke Tanah Yehuda merupakan permulaan atau babak baru bagi generasi ini. Mungkin, mereka kebingungan dan bertanya-tanya dalam hati, "Apakah Tuhan masih menyertai kami? Apakah perjanjian Tuhan masih berlaku? Apakah Tuhan akan memberikan raja kepada kami setelah kami kembali ke tanah Yehuda?" Pertanyaan?pertanyaan itu muncul karena sudah tidak ada lagi raja dari keturunan Daud yang bertakhta.

Seandainya kitab 1-2 Tawarikh tidak ada dalam Perjanjian Lama, sejarah Kerajaan Israel akan terasa kurang lengkap karena kedua kitab itu memiliki keunikan tersendiri. Misalnya, kedua kitab itu membentangkan lebih banyak statistik seperti daftar silsilah yang panjang, lebih banyak menyoroti peran para imam, lebih fokus pada Kerajaan Selatan (Yehuda), menitikberatkan Bait Allah sebagai pusat keagamaan, mendorong orang Israel untuk tetap setia menaati perintah dan hukum Allah, serta mencatat peristiwa-peristiwa penting dalam Kerajaan Daud sampai masa pembuangan di Babel.

Kitab Tawarikh menceritakan sejarah Israel dengan gaya penulisan yang berbeda untuk menekankan aspek-aspek baru berdasarkan perspektif yang berbeda dengan kitab-kitab yang lain. Oleh karena itu, ketika kitab ini diterjemahkan dalam bahasa Yunani (Septuaginta), kitab ini diberi judul Paraleipomena, yang berarti "hal-hal yang tertinggal". Hal ini terlihat dari adanya bagian-bagian yang dilengkapi atau ditambahkan dan diberi penjelasan. Misalnya, Raja Daud menyediakan bahan-bahan bangunan untuk pembangunan Bait Allah, Dia membagi tugas-tugas secara lebih terperinci kepada keturunan Lewi dan Harun, yaitu sebagai para imam, para pemusik, para penyanyi, serta para penjaga pintu yang melayani di Bait Allah. Selain itu, ada juga keturunan Lewi yang menjadi pengatur--atau pejabat pemerintah--dan menjadi hakim yang melayani untuk kepentingan kerajaan (1 Tawarikh 23:4; 26:29). Akan tetapi, ada juga bagian-bagian yang dihilangkan atau dipersingkat, misalnya kisah pengembaraan Daud yang dikejar-kejar oleh Saul, pemerintahan Daud selama di Hebron, dukacita Daud atas kematian Saul dan Yonatan, dosa perzinahan Daud dengan Batsyeba, pemberontakan Absalom, pemerintahan Salomo, pecahnya Kerajaan Israel menjadi dua, dan sebagainya. Dengan demikian, para pembaca dapat melihat dari kaca mata pengalaman masa lalu untuk menerobos masa depan dan melihat sebuah pengharapan kembali akan karya dan janji-janji Allah bagi umat pilihan-Nya.

Melalui sejarah umat Yehuda, penulis kitab Tawarikh hendak meyakinkan generasi pasca pembuangan bahwa mereka adalah pewaris janji Allah yang diberikan kepada nenek moyang mereka, yaitu Abraham, Ishak, dan Yakub. Allah setia pada perjanjian-Nya! Ia tidak akan membiarkan rencana-Nya digagalkan oleh siapa pun atau oleh apa pun, sekalipun umat-Nya tidak setia dan memberontak kepada-Nya. Sejarah umat Yehuda memperlihatkan campur tangan Allah dalam kehidupan manusia. Ada His story atau kisah yang berkaitan dengan Allah bagi umat pilihan-Nya. Generasi umat Yehuda yang kembali dari pembuangan itu harus menyadari bahwa respons suatu bangsa terhadap Allah merupakan faktor yang menentukan sejarah dan masa depan bangsa tersebut. Misalnya, selama Raja Uzia mencari Tuhan, Allah membuat segala usahanya berhasil (2 Tawarikh 26:5). Raja Yotam menjadi kuat karena ia mengarahkan hidupnya kepada Tuhan, Allah-nya (2 Tawarikh 27:6). Oleh sebab itu, umat Allah harus kembali kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan dengan ketaatan penuh serta dengan kesetiaan untuk melakukan ketetapanketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan TUHAN Allah, memperbarui hidup mereka, beribadah dengan cara yang benar, serta mengembalikan fungsi pelayanan para imam dan orang Lewi di dalam bait Allah (2 Tawarikh 7:12-14; bandingkan dengan Yeremia 31:31-34; Yehezkiel 37:21-27; Hagai 2:7-10; Zakharia 14:16-19).

Kedua kitab Tawarikh ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah pasti memulihkan umat-Nya. Janji Allah kepada Daud untuk mengokohkan kerajaannya akan mencapai puncak penggenapannya pada kedatangan Yesus Kristus, Anak Daud. Dialah tunas Daud yang akan mendirikan Bait Allah yang sejati, yaitu tubuh-Nya sendiri, dan kita adalah anggota-anggota tubuh-Nya. [GI Tommy Chendana]





Renungan GeMA 2 Januari 2022
Panorama Foto Keluarga

Setiap orang pasti mendambakan keluarga yang ideal, yaitu keluarga yang setiap anggotanya--suami, istri, anak--masing-masing memahami dan menjalankan peran yang diberikan Allah. Sayangnya, sangat sulit menemukan keluarga ideal semacam itu. Sayangnya, buku-buku otobiografi tokoh-tokoh terkenal pun umumnya hanya menceritakan sebagian kecil kisah kehidupan keluarga, dan biasanya hanya mencatat hal-hal yang positif.

Pasal 1-9 memperlihatkan panorama daftar keturunan yang panjang dari Adam sampai mereka yang kembali dari pembuangan di Babel ke tanah Yehuda. Di pasal 1, penulis kitab Tawarikh melukiskan panorama foto keluarga nenek moyang bangsa Israel yang terdiri dari empat Kelompok besar, yaitu: Pertama, daftar keturunan dari Adam sampai anak-anak Nuh (1:1-4). Kedua, daftar keturunan anak-anak Nuh, yaitu Sem, Ham dan Yafet. Abraham adalah keturunan dari Sem (1:5-27). Ketiga, anak-anak Abraham dan daftar keturunan Abraham dari gundik-gundiknya (1:28-33). Keempat, anak-anak Ishak dan daftar keturunan Ishak dari Esau (1:34-42). Dalam keempat daftar keturunan tersebut, tidak banyak tokoh seperti Nimrod yang disebut berkuasa di bumi (1:10). Sebagian nama menunjuk pada orang-orang sederhana yang tidak ideal di mata Allah. Orang-orang pilihan yang mendapat kasih karunia Tuhan secara khusus pun--misalnya Nuh, Abraham, Ishak, dan Yakub atau Israel--memiliki banyak kelemahan. Akan tetapi, melalui keturunan mereka-lah, Sang Juruselamat--yaitu Yesus Kristus--akhirnya dilahirkan.

Seandainya kita membuat sebuah panorama foto anggota keluarga besar kita dan memperhatikan setiap anggota di dalamnya, tentu ada banyak catatan kaki dalam benak kita yang menunjukkan betapa tidak idealnya keluarga kita di mata Tuhan. Akan tetapi, percayalah bahwa Tuhan mau memakai keluarga kita yang kurang ideal itu untuk meneruskan warisan iman, yaitu Injil Yesus Kristus. Roh Kuduslah yang sanggup melepaskan keluarga kita dari ikatan atau belenggu dosa. Roh Kudus sanggup mengubah catatan sejarah kelam dalam keluarga kita menjadi catatan sejarah keluarga Kerajaan Allah bila kita memberi diri untuk diubah oleh Roh Kudus. Jadi, marilah kita merenungkan sejarah keluarga kita! Sejarah seperti apa yang sedang kita buat? Sejarah iman seperti apa yang akan Anda wariskan bagi generasi mendatang? [GI Tommy Chendana]

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design