2 Raja-raja 8

Dampak Sebuah Ketaatan

13 Agustus 2021
Pdt. Souw Suharwan

Mempraktikkan ketaatan itu tidak mudah. Ketaatan tidak akan terasa menyenangkan jika kita tidak mampu menangkap sisi positif dari ketaatan. Sekalipun perintah yg harus kita taati itu sebenarnya tidak berat, tetapi bila kita hanya melihat sisi negatifnya, kita tidak akan bisa taat. Jika kita mampu menangkap sisi positif dari ketaatan, kita akan taat melakukan perintah yg diberikan dengan sukarela.

Secara manusiawi, perintah Elisa kepada perempuan Sunem dan keluarganya untuk pindah ke Filistin bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Sekalipun ada nubuat bahwa Israel akan ditimpa kelaparan, pasti banyak pertimbangan bila hendak menetap di negeri orang Filistin. Salah satu pertimbangan adalah mengapa harus pindah? Bila hendak pindah, mengapa harus ke Filistin: Bukankah bangsa Filistin sering berperang dengan bangsa Israel? Berapa lama harus pindah? Bagaimana dengan rumah dan ladang yang akan ditinggalkan? Siapa yang bisa menjamin bahwa aset yang berharga akan bisa diambil lagi? Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu ada di kepala mereka. Sekalipun demikian, ternyata mereka taat! Mereka tinggal menetap sebagai pendatang di negeri Filistin selama tujuh tahun. Setelah lewat masa kelaparan itu, mereka kembali ke Sunem, namun rumahnya sudah ditempati orang lain, sehingga ia mengadukan rumah dan ladangnya yang diserobot orang itu kepada raja. Raja memberi perintah kepada pegawai istana untuk mengembalikan seluruh hak perempuan Sunem itu (8:1-6). Ketaatannya bukanlah pilihan yang salah karena seluruh miliknya dikembalikan lagi kepadanya. Selain itu, ia dan keluarganya juga tidak mengalami kelaparan saat terjadi kelaparan di negerinya sendiri.

Ketaatan tidaklah mudah untuk dijalankan. Adalah merupakan suatu sikap yang naif bila kita ingin Tuhan menolong kita, tetapi kita tidak mau taat kepada-Nya. Jika kita bersikap sepertt itu kepada manusia, pasti otoritas yang ada di atas kita--orang tua, guru, atasan--juga tdk akan suka. Misalnya, tidaklah wajar bila kita meminta orang tua kita menyediakan apa yg kita perlukan, tetapi kita tidak mau menaati kemauan mereka. Tidaklah wajar bila kita meminta fasilitas kepada pimpinan, tetapi kita tidak mau bekerja dengan baik. Bila kita menaati Tuhan, pasti Tuhan akan memberikan apa yang kita perlukan dan juga memberikan damai sejahtera.

Pokok Doa
1. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
2. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).
3. Badan Pekerja Majelis Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design