Kisah Para Rasul 24

Pengadilan yang Mengecewakan

2 Juli 2021
GI Purnama

Pengadilan adalah tempat yang dibangun dengan maksud untuk menegakkan keadilan. Akan tetapi, tidak selalu ada keadilan di sana. Di satu sisi, Tertulus--yaitu pengacara para pemimpin agama Yahudi--bisa berkata apa saja--sesuai pesanan--untuk membela kliennya tanpa memedulikan kebenaran (24:1-9). Di sisi lain, Gubernur Feliks--sang penguasa yang menjadi hakim--sebenarnya memahami bahwa Rasul Paulus tidak bersalah. Akan tetapi, dia menunda pengambilan keputusan karena dia mengharapkan uang suap. Karena Rasul Paulus adalah seorang yang memiliki integritas, dia tidak mau menyuap. Akibatnya, sampai dua tahun berlalu, keputusan tetap tidak dijatuhkan, dan Feliks diganti oleh Perkius Festus yang juga tidak mau membebaskan Rasul Paulus, tetapi motivasinya adalah untuk mengambil hati orang Yahudi.

Cara Rasul Paulus menjawab dakwaan di pengadilan (24:10-21) mengajarkan tiga hal penting: Pertama, ia menghargai proses pengadilan dengan bersikap sopan dan bersahabat. Beliau mengungkapkan penghargaan terhadap hakim (24:10b) dan juga mengungkapkan keyakinan akan kebangkitan orang mati (24:15)--yang juga merupakan keyakinan orang Farisi--untuk meminimalkan konflik, mengingat bahwa sebagian pembencinya berasal dari golongan Farisi. Kedua, ia tidak menyangkal bahwa dia adalah penganut Jalan Tuhan (24:14), yaitu istilah yang dikenakan bagi para pengikut Kristus (9:2; 13:10; 18:25; 19:9,23; 22:4-5; 24:22). Ketiga, ia memakai kesempatan berbicara di depan sidang pengadilan untuk memberitakan Injil tentang Yesus Kristus. Akan tetapi, dalam sidang ini, berita Injil masih diungkapkan secara samar-samar. Berita Injil tentang Yesus Kristus lebih jelas disampaikan saat Rasul Paulus mengungkapkan pembelaan di depan Raja Agripa pada pasal 26.

Sepanjang sejarah kekristenan, banyak sekali orang Kristen yang dihadapkan ke sidang pengadilan. Sidang pengadilan bagi orang Kristen itu pada umumnya adalah sidang pengadilan yang tidak adil. Saat diperlakukan tidak adil, iman seorang Kristen ditantang! Di satu sisi, ada orang Kristen yang tidak sanggup mempertahankan imannya, sehingga berkompromi dan kehilangan iman. Akan tetapi, ada pula yang berhasil mempertahankan iman dan sikapnya menjadi kesaksian yang hidup. Bila Anda menghadapi pengadilan yang tidak adil, apakah Anda sanggup untuk tetap mempertahankan iman?

Pokok Doa
1. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
2. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).
3. Badan Pekerja Majelis Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design