Yohanes 14:16; 16:7-15

Roh Kudus Menggantikan Peran Kristus

12 Mei 2021
Pengantar Renungan Kenaikan-Pentakosta
Rencana yang Luar Biasa

Allah yang kita sembah selalu bekerja secara teratur, terencana, dan tidak tergesa-gesa. Rencana utama Allah adalah menyelamatkan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Rencana Allah tersebut dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, kemudian dilaksanakan dalam Perjanjian Baru melalui karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib serta melalui pekerjaan Roh Kudus dalam diri manusia. Roh Kudus menyadarkan manusia akan dosanya serta membuat manusia merespons karya penebusan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus. Karya penebusan itu diawali dengan inkarnasi Allah Anak menjadi Manusia Yesus Kristus, serta memuncak pada kematian Yesus Kristus di kayu salib. Keberhasilan karya penyelamatan itu terlihat dari kebangkitan Kristus dari kematian. Kebangkitan tersebut memperlihatkan bahwa kuasa dosa dan kuasa maut telah berhasil dikalahkan. Dari satu sisi, perlu diingat bahwa inkarnasi Anak Allah membuat Sang Anak Allah menjadi terbatas oleh ruang dan waktu. Artinya, Kristus hanya bisa berada di satu tempat pada satu waktu tertentu. Dari sisi lain, karya penebusan dimaksudkan bagi semua orang di seluruh dunia, sehingga Kristus memberi tugas kepada para murid-Nya untuk pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia dan menjadikan semua bangsa sebagai murid-Nya. Keberadaan Kristus yang dibatasi oleh ruang dan waktu membuat Beliau tidak bisa mendampingi para murid-Nya di tempat yang berbeda pada waktu yang sama. Oleh karena itu, rencana penyelamatan manusia berdosa dilanjutkan dengan kenaikan Kristus ke sorga, dan pendampingan terhadap pelayanan para murid dilaksanakan oleh Roh Kudus yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya, Roh Kudus bisa hadir di mana saja pada waktu yang bersamaan.

Peran Roh Kudus dalam pendampingan pelayanan para murid itu amat penting! Tanpa didampingi oleh Roh Kudus, para murid tidak memiliki kuasa untuk menyadarkan manusia akan dosanya. Oleh karena itu, sebelum para murid pergi melaksanakan tugas yang diberikan oleh Sang Guru, mereka harus lebih dulu menantikan penggenapan janji pencurahan Roh Kudus di Yerusalem. Janji itu telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama (Yoel 2:28-32) dan digenapi pada hari Pentakosta. Jadi, Pentakosta merupakan hari peringatan turunnya Roh Kudus untuk mendampingi pelayanan para murid, sekaligus merupakan hari berdirinya gereja dan hari dimulainya misi memberitakan Injil ke seluruh dunia serta misi memuridkan segala bangsa menjadi murid Kristus. [GI Purnama]





Renungan GeMA 12 Mei 2021
Roh Kudus Menggantikan Peran Kristus (Pra-Kenaikan)

Para murid Kristus tidak bisa mengandalkan kemampuan diri mereka sendiri. Sebagian besar dari antara mereka adalah nelayan miskin berpendidikan rendah. Yang bisa mereka andalkan adalah Sang Guru Agung, yaitu Yesus Kristus. Saat menghadapi orang yang sakit atau kerasukan setan, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka memerlukan pertolongan Sang Guru Agung. Masalah muncul saat para murid hendak diutus untuk menjalankan misi Allah (Matius 28:18-20; Yohanes 15:16). Saat Kristus bersama-sama dengan mereka, Ia terikat oleh ruang dan waktu, artinya Ia tidak dapat berada di dua tempat atau lebih pada waktu bersamaan. Oleh karena itu, Beliau berencana untuk pergi meninggalkan murid-murid-Nya serta mengutus Roh Kudus--yang tidak terikat oleh ruang dan waktu--untuk mendampingi dan menolong mereka (Yohanes 14:26; 16:7-15). Roh Kudus juga disebut sebagai "Penolong yang lain" (14:16).

Dalam bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru, yaitu bahasa Yunani, ada dua kata yang bisa diterjemahkan menjadi kata "lain", yaitu kata heteros yang artinya "berbeda sama sekali" atau "berbeda jenis", dan kata allos yang artinya "berbeda tetapi sama persis" atau berbeda dalam pengertian "kembar identik". Kata yang diterjemahkan sebagai "yang lain" dalam perkataan "Penolong yang lain" di atas adalah kata allos. Hal ini berarti bahwa Roh Kudus berperan sebagai "Penolong" seperti peran Tuhan Yesus dalam menolong para murid-Nya. Dengan demikian, yang menjadi Andalan dalam pelayanan para murid adalah adanya penyertaan Roh Kudus. Roh Kudus memungkinkan para murid menjalankan perintah yang diberikan oleh Tuhan Yesus, yaitu "menjadikan semua bangsa sebagai murid Kristus" (Matius 28:18) serta menghasilkan buah dalam kehidupan (Yohanes 15:16). Buah yang diharapkan muncul dari kehidupan para murid Kristus adalah buah atau hasil pemberitaan Injil (Kolose 1:6), buah pengudusan hidup (Roma 6:22), buah Roh Kudus (Galatia 5:22), serta buah berupa pekerjaan yang baik dan pengetahuan yang benar tentang Allah (Kolose 1:10). Pentingnya pertolongan Roh Kudus dalam pelayanan para murid Kristus inilah yang membuat mereka harus menanti kedatangan Roh Kudus di Yerusalem (Lukas 24:49). Apakah Anda menyadari bahwa pertolongan Roh Kudus dalam kehidupan dan pelayanan Anda itu sangat penting? Apakah kehidupan Anda sudah menghasilkan buah? [GI Purnama]

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design