Hosea 8-9

Perkataan dan Tindakan Harus Selaras

5 Mei 2021
GI Mario Novanno

Kok bisa ya? Kata-kata ini melintas begitu saja dalam pikiran saat saya menyelidiki kata "mengenal" dalam 8:2. Allah sendiri berkata, "Kepada-Ku mereka berseru-seru" (bandingkan dengan Matius 7:21)! TUHAN mendengar pengakuan bangsa Israel bahwa mereka mengenal Dia. TUHAN mengulangi ucapan mereka. TUHAN menganggap serius ucapan mereka. Kata mengenal di sini sama artinya dengan kata "bersetubuh" dalam Kejadian 4:1. Kata "mengenal" di sini berarti secara intim memiliki relasi yang mendalam, sehingga sungguh-sungguh memahami "luar dalam" seseorang. Isi hati, hasrat, cara berpikir, kebiasaan, segala sesuatu yang tidak terucap/terekspresi keluar dapat terbaca dan dimengerti oleh orang yang sungguh-sungguh mengenal.

Mengapa kelakuan orang Israel begitu bertolak belakang dengan pengakuan mereka? Masalah itu tercatat di sepanjang kitab Hosea. Perhatikan 8:1,3,4,12,14; 9:1,9,10. Bagaimana mungkin ada orang mengaku mengenal Allah, tetapi kelakuannya sama sekali tidak mencerminkan bahwa ia benar-benar mengenal Allah? Sungguhkah mereka mengenal Allah seperti yang mereka katakan? Apakah perkataan itu hanya kalimat kosong yang diucapkan secara asal-asalan tanpa peduli terhadap konsekuensinya? Dari dulu, semua orang bisa mengaku bahwa dirinya religius tanpa memedulikan bobot atau keseriusan makna dari kalimat yang diucapkannya. Perkataan yang tampak rohani itu diucapkan sekadar untuk "menjual" dirinya atau sekadar untuk menaikkan nilai/harga dirinya. Berhati-hatilah!

Ingatlah bahwa TUHAN bersikap serius terhadap tiap pengakuan yang membawa-bawa nama-Nya. Bagi TUHAN, setiap kalimat bersifat mengikat (bandingkan dengan Keluaran 20:7). Jangan sampai kita mengaku mengenal Tuhan, tetapi kelakuan kita jauh dari pengakuan kita. Berhati-hatilah! Jangan mempermainkan Tuhan dengan pengakuan yang palsu. TUHAN tidak mungkin tertipu. Walaupun semua orang bisa kita tipu, TUHAN tidak mungkin tertipu! Dia akan bertindak! Pikirkanlah kengerian hukuman-Nya yang akan menimpa diri kita (lihat 8:7-10, 13-14; 9:2-6, 15-17), meskipun sebenarnya takut terhadap hukuman merupakan suatu kemunduran. Ketaatan kepada Tuhan seharusnya dilandasi oleh kasih, bukan ketakutan! Kenallah Tuhan sedalam-dalamnya dan hiduplah sesuai dengan pengenalan itu!

Pokok Doa
1. Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).
2. Penerbit Buku Kristen.
3. Editor Renungan GeMA dan Video Editor Refleksi GeMA.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design