1 Tesalonika 1

Gereja Teladan di Tengah Tantangan

21 Agustus 2020
Pengantar 1-2 Tesalonika
Merintis dan Membangun Jemaat

Rasul Paulus-yang sebelumnya disebut Saulus-adalah perintis gereja yang hebat! Allah sendiri yang menaruh beban merintis gereja dalam hatinya. Semula, ia adalah penganiaya orang Kristen. Saat ia sedang menuju ke kota Damsyik, Tuhan Yesus menemui dia dan hidupnya berubah secara radikal. Dari penganiaya umat Allah, dia langsung menjadi pemberita Injil (kabar baik) tentang Yesus Kristus yang sangat bersemangat (Kisah Para Rasul 9:1-29).

Barnabas adalah orang yang berjasa melibatkan Rasul Paulus dalam pelayanan di Gereja Antiokhia yang terletak di Provinsi Siria (11:25). Mereka melayani di sana sekitar satu tahun, lalu Roh Kudus memimpin mereka untuk menjadi tim misionaris yang berkeliling memberitakan Injil (13:2-3). Pada perjalanan misi pertama, Rasul Paulus berada dalam satu tim dengan Barnabas. Akan tetapi, pada perjalanan misi kedua, mereka berpisah karena berbeda pendapat tentang keikutsertaan Yohanes Markus (15:36-41). Rasul Paulus lalu ditemani oleh Silas-seorang tokoh gereja dari jemaat di Yerusalem (15:27,40)-serta Timotius (16:1-3). Di dalam perjalanan itu, Rasul Paulus mendapat penglihatan yang memberi keyakinan bahwa Allah memanggil tim misinya untuk memberitakan Injil ke daerah Makedonia (16:9-10). Itulah awal perintisan jemaat di kota Filipi (16:13-40), Tesalonika (17:1-9), dan Berea (17:11-15).

Walaupun panggilan Allah untuk pelayanan misi ke Makedonia sangat jelas, pelayanan itu tidak bebas masalah. Di Tesalonika, selama tiga hari Sabat berturut-turut, Rasul Paulus melayani orang-orang Yahudi dan para penganut agama Yahudi-yang disebut orang-orang yang takut akan Allah-di rumah ibadat. Pelayanan itu kemungkinan dilanjutkan di luar rumah ibadat selama beberapa bulan. Hasilnya, beberapa orang Yahudi, sejumlah besar orang Yunani yang takut akan Allah, dan tidak sedikit perempuan terkemuka menjadi percaya (17:2-4). Orang-orang Yahudi yang menentang pemberitaan Injil menjadi iri hati. Dengan dibantu beberapa preman di pasar, mereka membuat keributan, sehingga tim misi itu terpaksa meninggalkan kota Tesalonika.

Sekalipun waktu pelayanan Rasul Paulus di kota Tesalonika relatif singkat, ternyata jemaat Tesalonika tetap bertumbuh, bahkan menjadi jemaat teladan yang berperan penting bagi perkembangan kekristenan di seluruh wilayah Makedonia dan Akhaya. Sebagai tindak lanjut pelayanannya di kota Tesalonika, Rasul Paulus mengutus Timotius, lalu ia melengkapi pelayanannya dengan menulis Surat 1-2 Tesalonika untuk membangun jemaat Tesalonika itu. [GI Purnama]



Renungan GeMA 21 Agustus 2020
Gereja Teladan di Tengah Tantangan

Jemaat Tesalonika adalah jemaat yang luar biasa! Jemaat itu dilayani oleh Rasul Paulus dalam waktu yang relatif singkat dan dalam situasi yang tidak kondusif karena diganggu oleh orang-orang Yahudi yang tidak menyukai keberhasilan pemberitaan Injil. Mungkin saja, kita menduga bahwa gereja di Tesalonika tidak akan bertahan lama. Akan tetapi, dugaan itu salah! Jemaat Tesalonika justru menunjukkan tiga ciri penting yang harus ada dalam setiap jemaat, yaitu iman yang membuat mereka bertindak meninggalkan praktik penyembahan berhala, kasih yang membuat mereka melayani Allah dengan gairah dan kesungguhan, serta pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kali yang membuat mereka sanggup bertekun saat menghadapi tantangan dan hambatan (1:3,8-10). Kondisi di atas membuat Rasul Paulus selalu mengucap syukur setiap kali mendoakan jemaat Tesalonika (1:2).

Rasul Paulus meyakini bahwa jemaat Tesalonika adalah orang-orang pilihan Allah karena ia telah melihat buah dari pemberitaan Injil yang ia lakukan. Jemaat Tesalonika telah teruji melalui ujian berupa penderitaan yang berat. Mereka merespons firman Tuhan dengan cara yang benar, yaitu melalui tindakan ketaatan, sehingga mereka memperoleh sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus (1:4-6). Perlu dicamkan bahwa bila tidak ada pekerjaan Roh Kudus, penderitaan pasti membuat jemaat Tesalonika merasa tertekan, bukan bersukacita. Respons jemaat Tesalonika itu membuat mereka menjadi teladan bagi semua orang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya (1:7).

Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan beberapa hal penting bagi gereja: Pertama, misi gereja seharusnya didasarkan pada kepekaan terhadap pimpinan Roh Kudus, bukan didasarkan pada munculnya situasi yang kondusif bagi pemberitaan Injil. Kedua, keberhasilan pemberitaan Injil ditentukan oleh keterbukaan saat mendengarkan firman Tuhan, dan keterbukaan ini merupakan hasil pekerjaan Roh Kudus (bandingkan dengan Yohanes 16:8). Ketiga, gereja yang ingin menjadi teladan harus memiliki tiga ciri penting, yaitu iman yang menghasilkan tindakan, kasih yang mengobarkan gairah dan kesungguhan, serta pengharapan yang menghasilkan ketekunan saat menghadapi kesukaran dan penderitaan. Pada masa sukar yang disebabkan oleh munculnya pandemi Covid-19, apakah Anda dan gereja Anda tetap mengembangkan kepekaan terhadap pimpinan Roh Kudus? [GI Purnama]
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design