Hari Penghukuman & Pemuliaan

Carilah Tuhan Sebelum Kegelapan Datang

6 Maret 2015
Hari Tuhan: Hari Penghukuman & Pemuliaan


Membaca kitab Zefanya seperti membaca naskah kotbah seorang pengkotbah KKR yang bersemangat dan berapi-api memanggil umat Allah untuk kembali kepada Allah. Menurut catatannya sendiri, Zefanya melayani pada zaman Raja Yosia menjadi raja atas Yehuda (1:1; bandingkan dengan 2 Raja 21:26–23:30). Ini berarti bahwa dia melayani di pertengahan abad ke-7 BC, sezaman dengan nabi Yeremia, dan kemungkinan juga sezaman dengan Nahum dan Habakuk. Yang agak membedakannya dari nabi-nabi lain adalah bahwa Zefanya adalah seorang keturunan bangsawan, seorang yang dipanggil dari lingkungan istana untuk melakukan tugas kenabian. Dia adalah keturunan keempat dari Raja Hizkia (Zefanya 1:1) yang merupakan salah seorang raja Yehuda yang paling terkenal. Nabi Allah bisa berasal dari rakyat sederhana seperti Amos yang adalah peternak dan pemungut buah ara hutan (Amos 7:14), tetapi juga bisa dari kalangan istana dan bangsawan seperti halnya dengan Zefanya.

Di bawah pemerintahan Raja Yosia, Yehuda mengalami kebangunan keagamaan. Dalam situasi seperti itu, Zefanya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggelegarkan panggilan Allah agar bangsanya bertobat. Pada zaman Zefanya, Israel sudah runtuh dan orang-orangnya sudah dibawa ke pengasingan. Akan tetapi, yang mengherankan adalah bahwa walaupun ada contoh yang sangat nyata di depan mata, Yehuda tetap keras kepala dan tidak mau sungguh-sungguh bertobat. Dalam konteks seperti itu, Zefanya mengumandangkan penghukuman Allah, baik terhadap Yehuda yang telah melakukan banyak kejahatan dan bahkan penyembahan berhala maupun terhadap bangsa-bangsa lain yang selama ini memusuhi Israel. Dalam pemberitaan tentang penghukuman Allah inilah, Zefanya berulang kali mengemukakan tentang “Hari Tuhan,” yaitu hari penghukuman Allah terhadap bangsa-bangsa yang berdosa terhadap Allah (Zefanya 1-2), tetapi sekaligus juga hari pemberkatan bagi orang-orang yang mengikuti-Nya (Zefanya 3). Kata-kata nubuatan Zefanya ini bukan hanya tentang Allah yang akan menghukum bangsa-bangsa yang ada pada saat itu, tetapi juga merupakan suatu pandangan ke depan tentang Allah yang akan menghukum dosa di dalam Yesus Kristus, dan khususnya tentang hari penghakiman akhir yang akan berlangsung saat kedatangan Kristus yang kedua kali. Tetapi, karena hari Tuhan bukan hanya soal penghukuman Allah, Zefanya juga memberitakan tentang pemulihan umat Allah dari ketertindasan. Mereka akan dimurnikan dan akan bersorak-sorak di dalam Allah Yahweh. [AH]





Jumat, 6 Maret 2015


Bacaan Alkitab hari ini: Zefanya 1-2


Dalam dua pasal ini, Zefanya mengumumkan penghukuman Allah yang bersifat universal (1:2-3), dan kemudian secara lebih spesifik, penghukuman terhadap Yehuda (1:4-18) serta penghukuman terhadap bangsa-bangsa lain (2:4-15). Di tengahnya, terselip panggilan untuk mencari Allah Yahweh dan bertobat sebelum hari Tuhan tiba (2:1-3). Alasan penghukuman yang akan datang itu jelas disebutkan, yakni “sebab mereka telah berdosa kepada Tuhan,” (1:17). Di tengah hiruk-pikuk masalah politik, sosial, dan ekonomi bangsa-bangsa, Zefanya melihat jelas bahwa pokok masalah mereka adalah dosa pemberontakan terhadap Allah dan ketentuan-Nya. Inilah yang mengakibatkan kejahatan, ketidakadilan, penindasan, kesombongan, peperangan, dan penyembahan berhala.

Inilah aspek penghukuman Hari Tuhan, hari yang penuh kekelaman dan penderitaan. “Hari kegemasan hari itu, hari kesusahan dan kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan, hari kegelapan dan kesuraman, hari berawan dan kelam,” (1:15). Rasul Petrus juga mengartikan “Hari Tuhan” sebagai hari kedatangan Kristus yang kedua kali, yang akan menjadi “the day of judgement” yang final terhadap seluruh dosa dan kejahatan manusia (2 Petrus 3:10). Tetapi, di dalam anugerah-Nya, Allah memberi manusia kesempatan untuk bertobat dan berbalik kepada Allah sebelum hari final itu tiba. Zefanya mengatakan, “sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN …. Carilah Tuhan,” (Zefanya 2:2-3). Bila Allah belum terlihat seperti api yang menghanguskan, dan murkanya belum terlihat menyala-nyala atas dosa dan kejahatan, itu semata-mata karena Dia memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat. Petrus berkata bahwa Allah tidak lalai menepati janji-Nya. Jika Dia belum segera menghukum, itu karena Dia “sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat,” (2 Petrus 3:9). [AH]

Zefanya 2:3

”Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati;
mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.”
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design