Yesaya 5

Air Susu Dibalas Air Tuba

16 Oktober 2023
GI Wirawaty Yaputri

Kita pasti pernah mendengar peribahasa, "Air susu dibalas dengan air tuba". Peribahasa ini artinya perbuatan baik dibalas dengan perbuatan buruk atau jahat. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita membaca kisah yang sama. Allah menyampaikan firman-Nya dengan gaya bahasa yang puitis. Gaya bahasa ini membuat pesan yang disampaikan Allah menjadi begitu menyedihkan, seperti lagu patah hati yang membuat pendengar turut menangis saat mendengarnya. Bagaimana tidak? Allah mengumpamakan Diri-Nya sebagai Pemilik kebun anggur yang menanam anggur. Ia mengupayakan yang terbaik bagi tanamannya. Ia mempersiapkan tanah yang baik bagi benih anggur. Ia mencangkul untuk menggemburkan tanah dan membuang batu-batu di tanah itu. Kemudian, ia menanam benih yang terbaik (5:2). Allah juga mendirikan menara jaga untuk menjaga pohon anggur itu serta mempersiapkan lubang untuk memeras anggur (5:2). Segala upaya telah dilakukan untuk mendapatkan anggur yang manis dan bagus. Namun, setelah segala pengorbanan dan kerja keras yang ia lakukan untuk menaman anggur, ternyata hasilnya amat mengecewakan! Ternyata anggur yang tumbuh menjadi besar itu adalah anggur yang asam. (5:2). Sebutan "anggur yang asam" itu bisa pula diterjemahkan menjadi anggur liar, yaitu anggur yang bukan hanya asam, tetapi juga berbau, pahit, dan beracun! Sungguh hasil panen semacam itu mengerikan! Hal seperti itulah yang dialami Allah sebagai Pemilik kebun anggur, dan anggur itu menunjuk pada kaum Yehuda yang tidak menghasilkan kebaikan, tetapi kejahatan, kenajisan, ketidakadilan, dan berbagai macam dosa di hadapan Allah.

Allah mengumpamakan kaum Yehuda seperti kebun anggur-Nya, yaitu kebun anggur yang membutuhkan perhatian ekstra dalam merawatnya. Kasih sayang Allah kepada orang Yehuda itu seperti perlakuan pemilik kebun anggur yang merawat dan memelihara kebunnya dengan penuh perhatian. Allah selalu memberi yang terbaik, namun kasih-Nya yang besar dibalas dengan ketidaktaatan, pengkhianatan, penolakan, dan pembangkangan. Sungguh, air susu dibalas dengan air tuba! Mengapa orang Yehuda membalas air susu dengan air tuba? Hal ini terjadi karena mereka merasa bahwa mereka sudah menjadi bangsa yang kuat dan hebat, sehingga mereka merasa tidak membutuhkan Tuhan. Mereka menjadi bangsa yang makmur, sejahtera, dan aman sentosa, sehingga mereka lupa kepada Sang Pemilik yang memberi kemakmuran, kesejahteraan, dan keamanan terhadap mereka. Dalam hidup ini, kita harus berhati-hati dan mengingat kebaikan Tuhan dalam hidup kita, agar kita tidak lupa diri dan melupakan Tuhan, apa lagi membalas kebaikan-Nya dengan kejahatan.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design