Ayub 25-27

Komitmen Umat Allah

13 Agustus 2023
GI Benny Wijaya

Di babak ketiga, Bildad tidak lagi menuduh atau berkomentar langsung terhadap Ayub. Dia hanya mengutarakan pengetahuannya tentang Allah. Bildad mengungkapkan bahwa Allah itu dahsyat dan Maha Kuasa (25:2). Ia sumber terang yang menerangi segala sesuatu, sehingga tidak ada kejahatan yang dapat disembunyikan di hadapan-Nya (25:6). Dengan demikian, manusia tidak bisa membenarkan diri di hadapan Allah (25:4). Namun, bagi Ayub, perkataan Bildad terlalu sederhana dan hanya cocok bagi orang yang tidak berpengertian (26:3), sehingga Ayub menambahkan pengertian tentang Allah (26:5-13). Menurut Ayub, kebesaran Allah tidak sesederhana yang dipaparkan Bildad serta Ayub (26:14). Ungkapan Ayub tentang pendapat sahabatnya seharusnya mendorong umat Allah untuk berusaha makin mengenal Allah, agar mereka memiliki iman yang kokoh dan dapat menguatkan saudara seiman yang lemah.

Di pasal berikutnya, Ayub mengungkapkan perasaannya, yaitu bahwa Allah Yang Maha Adil tidak berlaku adil kepadanya, sehingga hatinya pedih (27:2). Namun, Ayub tetap mempunyai komitmen yang kokoh untuk hidup benar di hadapan Allah (27:2-4,6). Komitmen itu membuat Ayub sangat yakin bahwa dia tidak bersalah (27:5). Ayub memaparkan kehidupan orang fasik, namun penekanannya bukan pada kehidupan jasmani, melainkan pada relasi dengan Allah (27:8-10). Orang fasik tidak memiliki relasi yang baik dengan Allah, sehingga hidup mereka menjadi tidak mujur (27:13-23). Di sini, terlihat bahwa komitmen Ayub untuk hidup benar di hadapan Allah bukan didasarkan pada kemujuran atau berkat, tetapi pada relasi dengan Allah. Bagi Ayub, yang lebih penting adalah relasi yang membuat ia dapat berseru setiap waktu kepada Allah--apalagi saat mengalami kesesakan--dan dapat bersenang-senang karena Yang Maha Kuasa, bukan bersenang-senang karena egois (27:9-10). Allah menghendaki agar umat-Nya menikmati kemuliaannya melalui relasi yang terbuka. Namun, dosa membatasi relasi yang terbuka dengan Allah. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen untuk hidup benar di hadapan Allah.

Di tengah kehidupan dunia yang begitu hiruk-pikuk dan menggiurkan ini, berbagai kesenangan dapat menyibukkan semua orang. Sebagai umat Allah, Apakah Anda terus berusaha makin mengenal Allah? Apakah Anda memiliki komitmen seperti Ayub yang selalu berusaha hidup benar di hadapan Allah walaupun ada kalanya bisa mendapat perlakuan yang tidak adil? Apakah Anda lebih mementingkan relasi dengan Allah dibandingkan dengan berkat-Nya?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design