Bilangan 23-24

Berbicara Sesuai Firman Tuhan

16 Juli 2023
GI Mario Novanno

Bileam tergolong sebagai ahli nujum/sihir, yaitu orang yang biasa dipanggil untuk mengutuk orang lain. Kepercayaan pada kutukan dan berkat merupakan hal yang umum di zaman Perjanjian Lama. Ahli nujum/sihir dianggap memiliki kekuatan yang diberikan oleh para dewa. Khusus untuk Bileam, terdapat kesan bahwa kemampuan nujum/sihirnya berbeda karena kemampuannya berasal dari TUHAN, bukan dari dewa-dewi. Sejak dijemput oleh utusan Balak untuk pergi dan mengutuki bangsa Israel, Bileam dengan tegas menyatakan bahwa ia hanya akan menyampaikan apa yang TUHAN firmankan kepadanya (22:8, 18,38). Di pasal 23-24, berulang kali ia menegaskan posisinya, "Bukankah aku harus berawas-awas, supaya mengatakan apa yang ditaruh TUHAN ke dalam mulutku?" (23:12). "Bukankah telah kukatakan kepadamu: Segala yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kulakukan." (23:26). "...aku tidak akan sanggup melanggar titah TUHAN ...apa yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kukatakan." (24:13) Bahkan, "Roh Allah menghinggapi dia" (24:2).

Balak menyuruh dan membayar mahal Bileam untuk mengutuk, tetapi Bileam malah memberkati. Jika ada orang yang menyuruh kita memviralkan berita negatif (hasutan, fitnahan, gosip, dan sebagainya), apakah kita berani membalikkannya dengan pesan membangun yang sesuai dengan firman Tuhan? Dalam dunia yang dengan mudahnya menyebarluaskan informasi yang menyesatkan, apakah kita berani menjadi agen yang bukan hanya sekadar mem-block informasi sesat, tetapi juga berusaha mengemas firman Tuhan menjadi berita yang menjadi berkat? Pikirkan godaan yang muncul jika kita adalah Bileam zaman now: Untuk apa bekerja keras bila kita bisa mendapat banyak uang hanya dengan menyebarkan berita hoaks melalui media sosial? Tanpa perlu memikirkan content yang canggih, cukup dengan menghembuskan beberapa isu sensitif disertai bumbu penyedap kepada ‘orang yang tepat’, banyak orang akan tertarik. Tidak perlu banting tulang, uang akan mengalir dengan mudah. Tawaran ini amat menggoda!

Wajar bila setiap orang percaya berpegang teguh pada firman TUHAN. Bila Bileam yang bukan orang Israel asli saja bertekad untuk hanya menyampaikan firman Tuhan, masakan kita tidak? Jika Bileam saja membiarkan dirinya dipakai untuk menyampaikan firman Tuhan, apalagi kita! Bukankah perkataan Bileam di atas merupakan tamparan bagi orang Israel yang berulang kali memberontak terhadap firman TUHAN sampai-sampai Musa merasa perlu untuk menyisipkan teladan Bileam bagi bangsanya? Saringlah perkataan Anda dengan firman TUHAN!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design