Bilangan 9

Rayakanlah "Paskah"-mu!

2 Juli 2023
GI Mario Novanno

Paskah adalah peristiwa yang sangat penting bagi bangsa Israel, sehingga dari pertama kali hari Paskah ada, TUHAN telah memerintahkan agar mereka merayakannya setiap tahun (Keluaran 12: 14,47). Di hari Paskah, TUHAN membawa bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan di Mesir (Keluaran 12:17). Setelah 430 tahun tinggal di Mesir, dan orang Israel diperbudak serta diperas selama ratusan tahun, Mesir menjadi negara yang makmur, sehingga wajar jika Firaun bersikeras menghalang-halangi mereka keluar dari Mesir. Dengan tangan yang kuat, TUHAN membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Sepuluh tulah, terbelahnya laut Teberau, serta kehadiran tiang awan dan tiang api adalah bukti kehebatan TUHAN yang telah membebaskan mereka dari tempat perbudakan. Jika hanya berdasarkan kekuatan mereka, mustahil mereka dapat meninggalkan Mesir karena bangsa Mesir jauh lebih kuat daripada bangsa Israel. Jadi, wajar jika TUHAN menghendaki agar peristiwa Paskah itu mereka rayakan (9:2). Ada kompromi bagi mereka yang karena kondisi tertentu (najis) tidak dapat merayakan Paskah pada waktunya untuk mengundurkan waktu perayaan Paskah sebulan setelah itu (9:11). Meskipun TUHAN memberi kompromi waktu, tetapi detail pelaksanaan ketetapan perayaan Paskah tetap harus dilaksanakan (9:11-12). Yang menarik, TUHAN menginstruksikan untuk melenyapkan orang yang seharusnya dapat merayakan Paskah, namun menolak merayakannya. TUHAN menganggap orang itu sebagai pendosa (9:13).

Dalam kalender gerejawi, hari Natal, Jumat Agung, Paskah, Kenaikan Tuhan Yesus, dan Pentakosta merupakan hari-hari raya yang wajib dirayakan oleh orang percaya setiap tahun. Merayakan hari-hari raya itu merupakan keharusan. Akan tetapi, merayakan sekadar untuk mengikuti penanggalan gereja atau karena gereja mengadakan atau sekadar karena kewajiban moral membuat perayaan menjadi rutinitas tanpa makna. Akan berbeda jika perayaan dilakukan dengan mengingat apa yang telah Tuhan lakukan di hari raya tersebut serta dimaknai sebagai sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan kita sebagai pribadi yang dikasihi Tuhan. Dalam perjalanan iman kita sebagai orang percaya, kita pasti punya pengalaman "Paskah". Kita pernah diperbudak oleh dosa sebagaimana orang Israel pernah diperbudak oleh bangsa Mesir. Namun, Tuhan--dengan kasih dan kuasa-Nya--telah melepaskan kita dari perbudakan dosa. Itulah hari "Paskah" pribadi kita. Seharusnya, kita merayakan hari besar itu di samping hari raya yang ditetapkan oleh gereja. Sama seperti bangsa Israel diminta untuk mengingat karya TUHAN, kita juga dapat mengingat karya Tuhan dalam hidup kita. Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk merayakan "Paskah" Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design