Imamat 17

Ibadah Yang Dikenan TUHAN

12 Juni 2023
GI Wirawaty Yaputri

Perintah Allah untuk membawa hewan yang disembelih ke pintu Kemah Suci atau Kemah Pertemuan hanya berlaku bagi hewan yang akan dipersembahkan sebagai kurban. Jadi, hewan yang akan dikurbankan harus disembelih di depan pintu Kemah Suci, tidak boleh di sembarang tempat. Perintah ini jelas, karena kata Ibrani untuk "menyembelih" (17:3)--yaitu shachat--merujuk pada penyembelihan hewan kurban, bukan penyembelihan untuk tujuan lain. Kata ini dipakai untuk makna yang sama dalam Imamat 1:5; 3:2; 4:4; 14:13. Perintah ini menunjuk pada ibadah yang memusat di satu tempat, yaitu Kemah Suci.

Pada zaman itu, orang yang tidak percaya biasa mempersembahkan kurban di mana saja--di atas bukit, di bawah pohon, dan di tempat yang mereka anggap cocok. Bagi umat TUHAN, ibadah bukanlah tentang keinginan dan/atau perasaan manusia. Ibadah itu menyangkut kehendak Allah dan bagaimana manusia dapat menyenangkan Dia. Perintah Allah jelas dan tegas: Barangsiapa tidak melakukannya, ia harus dihukum mati (17:4). Sebelum Kemah Suci didirikan, orang Israel mempersembahkan kurban di padang. Sesudah Kemah Suci didirikan, Allah memerintahkan agar kurban dibawa ke sana (17:5). Selain itu, orang Israel diperintahkan agar tidak lagi beribadah kepada jin-jin, melainkan hanya kepada Allah saja (17:6). Ibadah dilakukan kepada Allah yang Esa, dan harus dilakukan seturut dengan perintah Allah.

Bagaimana dengan orang percaya pada masa kini yang tidak lagi beribadah di satu tempat yang sama? Dalam Yohanes 4:21-24, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa penyembahan tidak lagi terikat dengan tempat, melainkan bisa dilakukan di mana saja, asal dilakukan dalam roh dan kebenaran. Kebenaran seperti apa yang dimaksud oleh Tuhan? Tentu saja kebenaran firman Tuhan! Banyak orang Kristen yang di zaman ini yang beribadah menurut cara dan keinginan manusia. Ibadah tidak lagi untuk memuliakan dan menyenangkan Tuhan, melainkan untuk memuliakan dan menyenangkan manusia. Ada ibadah yang mengabaikan pembacaan Alkitab dan pemberitaan yang didasarkan pada Alkitab. Khotbah berisi ungkapan pemikiran atau isi hati pengkhotbah yang tidak didasarkan pada penggalian Alkitab. Yang disampaikan hanya pengalaman, pengetahuan, dan motivasi. Ibadah semacam ini tidak berpusat pada Allah, tetapi berpusat pada manusia. Tujuan ibadah menjadi menarik pengunjung sebanyak-banyaknya, bukan memuridkan atau mengajar anggota jemaat untuk semakin mengasihi Tuhan dan mengasihi manusia. Bagaimana dengan ibadah yang Anda jalani selama ini? Apakah tujuan ibadah yang Anda ikuti adalah untuk memuliakan Tuhan, menyenangkan Dia, serta mendengarkan dan menaati firman-Nya?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design