Imamat 1

Kurban Yang Harum

14 Mei 2023


Pengantar Kitab Imamat
Allah yang Maha Kasih

Relasi perjanjian antara umat Israel dengan Allah mencakup tiga hal penting, yaitu hukum, ritual kurban, dan pilihan umat untuk menaati atau tidak menaati TUHAN. Allah memberikan hukum-hukum-Nya kepada orang Israel agar mereka menjadi umat pilihan-Nya yang kudus, yang memancarkan kekudusan Allah kepada bangsa-bangsa lain. Hukum-hukum Allah adalah bentuk perlindungan Allah kepada umat-Nya, yaitu agar mereka tetap hidup dalam ikatan perjanjian dengan Allah, tidak melupakan Allah yang telah menebus dan membebaskan mereka dari perbudakan serta menggenapi janji-Nya kepada leluhur mereka untuk membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian. Namun, Allah tahu bahwa orang Israel bisa gagal melakukan hukum yang Ia berikan kepada mereka, sehingga Ia menyediakan sarana penebusan dosa dan kesalahan.

Dosa dan kesalahan tidak mudah dihapus. Untuk menghapus dosa dan kesalahan, diperlukan kurban untuk menggantikan tempat orang berdosa. Allah mengizinkan orang Israel mengurbankan ternak bagi yang mampu dan burung bagi yang tidak mampu. Harus ada penumpahan darah atau nyawa sebagai ganti orang berdosa. Karena itu benarlah apa yang dikatakan Rasul Paulus, "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23). Allah memberikan karunia dengan menyediakan sarana bagi orang Israel untuk mendapatkan pengampunan dosa. Ia mengajar mereka melalui Musa tentang cara melaksanakan berbagai macam upacara persembahan kurban. Melalui upacara tersebut, kita dapat melihat betapa besarnya kasih Allah kepada manusia. Dengan penuh kesabaran dan ketelitian, Allah menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan orang Israel secara sangat terperinci. Dalam hidup kita, kita jarang sekali menemukan pemimpin yang--sebagai contoh--dengan sabar menjelaskan berbagai hal kepada bawahannya yang baru bekerja, yang belum benar-benar memahami tugasnya. Biasanya, sang pemimpin akan menyuruh bawahannya mencari tahu dari orang lain, atau mengharapkan bawahannya dengan cepat menguasai sesuatu hanya dengan memberi beberapa penjelasan singkat. Namun, Allah mengajar orang Israel dengan penuh kesabaran dan kasih. Ia menjabarkan secara terperinci agar mereka tidak melakukan kesalahan, karena Ia adalah Allah yang Maha Kudus. Sekalipun demikian, kurban hewan bukanlah kurban yang sempurna untuk menghapus dosa, sehingga Allah mengutus Anak-Nya untuk menjadi tebusan bagi dosa kita yang percaya kepada-Nya. Apakah Anda sudah taat melakukan kehendak-Nya? [GI Wirawaty Yaputri]





Renungan GeMA 14 Mei 2023
Kurban Yang Harum

Dalam perintah Allah kepada orang Israel melalui Musa tentang kurban bakaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Pertama, kurban bakaran bersifat penyerahan total. Semua kurban bakaran yang dibawa oleh orang Israel kepada Allah harus dibakar dengan cara atau prosedur yang diberikan Allah. Dalam ayat 9 dan 13 disebutkan bahwa kurban bakaran itu harus dipersembahkan seluruhnya kepada Allah. Artinya, saat seseorang mempersembahkan kurban bakaran, tidak boleh ada yang ditahan. Semuanya harus diberikan secara total kepada TUHAN. Prinsip inilah yang dikehendaki TUHAN dalam hidup kita: Saat kita percaya kepada Kristus, totalitas hidup kita harus dipersembahkan kepada-Nya karena Ia layak menerima seluruh pengabdian kita.

Kedua, kurban bakaran dimaksudkan untuk menebus dosa, tetapi kurban bakaran bukanlah kurban yang sempurna untuk menghapus dosa. Penghapusan dosa bergantung pada belas kasihan dan anugerah Allah. Kurban bakaran juga mengingatkan umat bahwa upah dosa adalah maut. Dosa hanya dapat dihapus oleh penumpahan darah. Saat seseorang datang membawa kurban, ia harus meletakkan tangannya di atas kepala hewan kurban sebagai tanda bahwa kurban itu menjadi pengganti bagi orang yang membawanya (1:4). Dosa adalah masalah serius yang harus diatasi dengan mempersembahkan kurban.

Ketiga, kurban bakaran harus yang terbaik dari jenisnya. Allah memberikan tiga jenis panduan yang bergantung pada jenis kurban yang dapat dibawa, yaitu lembu sapi, kambing domba, dan burung tekukur atau anak burung merpati. Allah tidak memandang mahal murahnya kurban, tetapi Ia melihat kesungguhan hati orang yang mempersembahkan kurban. Orang yang mampu harus mempersembahkan yang lebih mahal, dan yang tidak mampu boleh mempersembahkan yang lebih murah, namun tetap yang terbaik. Kurban yang lebih mahal pun tidak boleh cacat atau dipersembahkan secara asal-asalan. Penilaian Allah tidak bergantung pada mahalnya hewan kurban, tetapi pada ketulusan hati orang yang mempersembahkan kurban. Ketulusan hati membuat seseorang mempersembahkan yang terbaik bagi Allah.

Keempat, kurban bakaran menunjuk pada Kristus sebagai kurban yang sempurna. Kurban bakaran itu aroma atau baunya menyenangkan TUHAN (1:9). Bau yang harum ini bukanlah dimaksudkan dalam arti harfiah, melainkan dalam arti bahwa ketaatan umat terhadap aturan Allah itu menyenangkan hati TUHAN. Kristus adalah kurban yang harum bagi Allah karena Ia menyerahkan Diri-Nya dalam ketaatan (Efesus 5:2). Apakah Anda sudah meneladani ketaatan Kristus? Apakah hidup Anda sudah dipersembahkan kepada Allah? [GI Wirawaty Yaputri]

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design