Matius 19

Komitmen dalam Pernikahan

26 Maret 2023
GI Purnama

Komitmen adalah keterikatan untuk melakukan sesuatu. Orang yang memiliki komitmen adalah orang yang setia. Banyak orang tidak mau membuat komitmen karena ingin bebas. Dosa pun diawali dengan ketiadaan komitmen untuk menaati kehendak Allah. Bagi umat Allah, komitmen untuk memercayai Yesus Kristus dan untuk mengikuti kehendak Allah adalah komitmen terpenting dalam kehidupan. Dalam bacaan Alkitab hari ini, orang-orang Farisi datang untuk mencobai Tuhan Yesus tentang masalah perceraian (19:3). Mereka mempermasalahkan ketentuan menyangkut perceraian karena tidak mau memberi komitmen terhadap perkawinan, padahal Allah telah menetapkan bahwa pernikahan harus dilandasi oleh komitmen. Pernikahan adalah persatuan di antara dua orang yang membentuk kesatuan secara daging. Perceraian saat terjadi konflik tidak dianjurkan. Konflik harus diselesaikan! Konflik hanya bisa diselesaikan bila kedua pihak yang berkonflik bersedia memeriksa dan memperbaiki diri. Perceraian adalah jalan keluar yang terpaksa diberikan bila kedua belah pihak yang berkonflik berkeras hati dan saling tidak mau mengalah. Akan tetapi, perceraian tetap harus dipandang sebagai bukan kehendak Allah! Allah sendiri berkata dengan terus terang bahwa Ia membenci perceraian (Maleakhi 2:16).

Perzinaan--satu-satunya alasan yang membuat perceraian terpaksa diizinkan--diberikan karena perzinaan merusak persatuan dalam pernikahan. Kata "zina" (Matius 19:9) menunjuk kepada perilaku melacur atau ketidaksetiaan terhadap pasangan yang dilakukan secara sadar. Perilaku semacam ini seharusnya sudah tampak sebelum pernikahan dilangsungkan. Bila seorang wanita dibius lalu diperkosa atau diperkosa dengan kekerasan, tidak berarti bahwa wanita itu tidak setia, sehingga perkosaan seharusnya tidak menjadi alasan untuk perceraian. Kasih akan menutupi setiap kelemahan atau kekurangan pasangan kita.

Alkitab menggambarkan hubungan kita dengan Allah sebagai hubungan pernikahan. Umat Allah adalah mempelai perempuan, sedangkan Kristus adalah mempelai laki-laki. Manusia, sebagai mempelai perempuan, telah memperoleh anugerah Allah secara berlimpah-limpah. Walaupun kita tidak setia, Allah tetap setia! Sikap Allah ini tercermin dalam hubungan Nabi Hosea dan Gomer (Hosea 1-3), serta menjadi landasan bagi hubungan antara suami dan istri yang diwarnai oleh anugerah, bukan oleh sikap saling menuntut atau saling menghakimi. Bagi Anda yang sudah menikah, apakah Anda sudah memiliki komitmen untuk mengasihi pasangan Anda? Bagi Anda yang belum menikah dan ingin menikah, apakah Anda sudah siap untuk terikat dalam hubungan pernikahan?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design