Matius 5:38-48

Prinsip Hidup Anak-anak Allah

9 Maret 2023
GI Purnama

Hukum "Mata ganti mata dan gigi ganti gigi" adalah prinsip hidup yang umum di sepanjang masa. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar perkataan, "Kalau ada orang yang berbuat baik kepada saya, saya pasti akan berusaha membalas dengan melakukan kebaikan kepada orang itu. Akan tetapi, bila ada orang yang berbuat jahat kepada saya, saya juga pasti akan membalas perbuatan jahat itu." Prinsip hidup seperti ini bisa disebut sebagai Prinsip Kewajaran. Prinsip ini juga bisa diberlakukan dalam keluarga. Dengan menyebut prinsip balas-membalas sebagai Prinsip Keadilan, banyak orang tua bersikap sangat keras dalam menghukum anak-anak mereka: Bila seorang anak melakukan kesalahan, orang tua semacam ini tidak akan melepaskan anak itu sebelum menjatuhkan hukuman. Tak mengherankan bahwa bagi banyak orang, prinsip balas-membalas itu sudah mendarah daging.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Tuhan Yesus memperkenalkan prinsip hidup baru yang dilandasi oleh anugerah. Sebenarnya, ajaran Perjanjian Lama, "Mata ganti mata dan gigi ganti gigi", adalah pembatas agar pembalasan dendam tidak dilakukan secara berlebihan. Akan tetapi, prinsip hidup yang disampaikan Tuhan Yesus bukan hanya sekadar tidak membalas secara berlebihan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan. Bila kita ditampar lalu balas menampar, tindakan kita wajar. Akan tetapi bila kita membiarkan diri kita ditampar, kita bermurah hati. Tentu saja hal ini tidak berarti bahwa kita perlu mencari orang dan meminta ditampar. Akan tetapi, hal ini berarti bahwa kita tidak boleh mendendam. Pada masa kini, ketaatan terhadap perintah "Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu." (5:42) akan dianggap sebagai tindakan bodoh. Perintah ini tidak berarti bahwa kita harus membagi semua harta yang kita miliki kepada mereka yang meminta milik kita. Akan tetapi, hal itu berarti bahwa kita perlu menyisihkan uang untuk membantu orang yang memerlukan bantuan.

Tidak membalas perbuatan jahat, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan, kerelaan membantu walaupun tidak ada kewajiban membantu, serta mengasihi dan mendoakan musuh adalah ciri orang beriman yang meniru Kristus. Sebaliknya, bila kita hanya berbuat baik terhadap orang yang baik dan hanya membantu bila wajib membantu, kita tidak lebih baik daripada orang yang tidak beriman. Apakah Anda selalu membuka mata dan membuka hati untuk menolong orang lain, termasuk menolong orang yang berlaku jahat terhadap diri Anda? Saat Anda menolong orang lain, apakah perbuatan Anda dilandasi oleh kasih, bukan sekadar melakukan kewajiban?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design